Headline.co.id, Atambua ~ Ketua dan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Belu untuk periode 2026–2031 telah resmi dilantik oleh Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto. Acara pelantikan berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, pada Selasa (21/7/2026), dan disaksikan langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Kadin Belu untuk memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan peningkatan daya saing dunia usaha di wilayah perbatasan. Bupati Willybrodus Lay menegaskan bahwa Kabupaten Belu memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor-Leste, yang membuka peluang besar bagi pengembangan perdagangan, investasi, industri, pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.
Bupati Willybrodus menyatakan, “Kondisi ini memberikan peluang besar bagi pengembangan berbagai sektor produktif.” Ia juga menekankan bahwa tantangan ekonomi ke depan semakin kompleks, termasuk perkembangan teknologi, digitalisasi, persaingan global, dan dinamika pasar. Oleh karena itu, Kadin Belu diharapkan dapat mengambil peran strategis melalui penguatan perdagangan lintas batas, pengembangan hilirisasi produk lokal, promosi investasi, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Bupati berharap Kadin Belu dapat membangun komunikasi dan agenda rutin bersama pemerintah serta pelaku usaha untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Timor-Leste. “Kadin Belu harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin NTT, Bobby Lianto, menegaskan bahwa Kadin tidak hanya berfungsi sebagai mitra konsultatif pemerintah, tetapi juga sebagai pelaksana berbagai program yang mendukung dunia usaha dan pembangunan ekonomi daerah. Ia mengungkapkan bahwa Kadin NTT telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Kawasan Free Trade Zone (FTZ) untuk mengawal implementasi program pemerintah dari tingkat provinsi hingga kabupaten. “Pembentukan Satgas ini sangat penting untuk mengawal program strategis,” ujarnya.
Menurut Bobby, pembentukan pengurus baru Kadin Belu perlu segera ditindaklanjuti dengan pembentukan satgas di tingkat kabupaten agar dapat mengawal berbagai program strategis secara optimal. “Ini adalah langkah penting yang harus segera dilakukan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kadin Kabupaten Belu Periode 2026–2031, Albertus Baldion Tannur, mengajak seluruh pengurus, pelaku usaha, asosiasi dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam mempersiapkan Kabupaten Belu menghadapi peluang investasi di kawasan perbatasan. Ia mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong pengembangan kawasan ekonomi di sejumlah titik perbatasan, seperti Motain, Motamasin, dan Wini. “Dunia usaha di Belu harus siap mengambil bagian dalam setiap peluang yang muncul,” ujarnya.
Albertus menambahkan bahwa Kadin Belu akan segera menggelar rapat kerja bersama seluruh pengurus untuk menyusun program strategis yang mendukung kesiapan dunia usaha lokal menghadapi perkembangan kawasan ekonomi perbatasan. “Kami akan segera menyusun program strategis,” tegasnya.
Sebanyak 25 pengurus Kadin Kabupaten Belu Periode 2026–2031 dilantik dalam acara tersebut. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan berita acara, penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan, serta penyerahan bibit sorgum dari Ketua Umum Kadin NTT kepada Bupati Belu sebagai simbol dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan ekonomi daerah.


















