Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 berlangsung aman, nyaman, dan inklusif, serta bebas dari praktik perundungan dan perpeloncoan. Langkah ini diambil untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan ke SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, untuk memantau langsung pelaksanaan MPLS Ramah. Kunjungan ini bertujuan memastikan implementasi Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 berjalan efektif dan hak-hak murid baru terlindungi selama masa transisi ke jenjang pendidikan menengah.
Pengawasan Ketat dan Budaya Sekolah Aman
Kemendikdasmen menerapkan pengawasan langsung ke sekolah-sekolah dan mengimplementasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) sebagai fondasi ekosistem pendidikan. “Sekolah harus menjadi ruang belajar yang aman sekaligus rumah kedua bagi peserta didik,” ujar Fajar. Ia menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang ramah untuk mendukung tumbuh kembang anak baik dari sisi akademik maupun karakter.
Peran Aktif Sekolah dan Orang Tua
Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno, menjelaskan bahwa rangkaian MPLS berlangsung selama lima hari, dimulai sejak pra-MPLS pada 10 Juli hingga 17 Juli 2026. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter, semangat kebangsaan, ketakwaan, dan kepemimpinan peserta didik. OSIS, Majelis Perwakilan Kelas (MPK), dan Rohani Islam (Rohis) dilibatkan sebagai mentor bagi murid baru, memperkuat budaya saling menghormati antarsiswa.
Transparansi dan Kolaborasi
Sebagai bentuk transparansi, sekolah membagikan buku panduan serta jadwal lengkap kegiatan MPLS kepada orang tua. Langkah ini memungkinkan wali murid untuk ikut memantau proses adaptasi anak selama mengikuti MPLS, sekaligus memperkuat kolaborasi sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan menyenangkan.
Kemendikdasmen menargetkan MPLS Ramah 2026 menjadi momentum untuk membangun budaya sekolah yang menghormati hak anak, bebas kekerasan, dan mendukung terbentuknya generasi pelajar berkarakter, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan masa depan.














