Headline.co.id, Tangerang ~ Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tangerang, Banten, berhasil mengumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp45 miliar lebih selama semester pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp35 miliar. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Hasanin, dalam keterangan resmi pada Jumat (10/7/2026).
Sepanjang Januari hingga pertengahan tahun 2026, Kantor Imigrasi Tangerang telah melayani 54.350 permohonan paspor, meningkat 22 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 44.532 permohonan. Dari jumlah tersebut, 99,68 persen adalah permohonan Paspor Elektronik (e-Paspor) 48 halaman. “Tingginya minat masyarakat terhadap e-Paspor menunjukkan keunggulan fasilitas seperti autogate di bandara internasional,” kata Hasanin.
Transformasi Digital Pelayanan Publik
Sebagai bagian dari upaya transformasi digital, Kantor Imigrasi Tangerang tengah mengembangkan aplikasi STAR Channel. Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan layanan informasi dan pengaduan masyarakat dalam satu platform. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik melalui inovasi digital,” ujarnya.
Selain itu, Kantor Imigrasi Tangerang juga berencana meluncurkan layanan Call Center. Layanan ini bertujuan untuk menyediakan informasi keimigrasian yang cepat, akurat, dan responsif kepada masyarakat. “Call Center akan menjadi kanal komunikasi resmi yang memudahkan masyarakat,” paparnya.
Pengawasan Keimigrasian
Dalam hal pengawasan, hingga pertengahan tahun 2026, Kantor Imigrasi Tangerang telah melaksanakan 152 operasi pengawasan keimigrasian. Selain itu, terdapat 252 Tindakan Administratif Keimigrasian, termasuk 106 deportasi dan 98 tindakan cegah/tangkal. Langkah ini menunjukkan komitmen Kantor Imigrasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban keimigrasian di wilayahnya.
Dengan pencapaian ini, Kantor Imigrasi Tangerang terus berupaya meningkatkan pelayanan dan pengawasan keimigrasian, sejalan dengan transformasi digital yang sedang berlangsung.



















