Headline.co.id, Bantul ~ Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengunjungi rumah keluarga Ngalimah di Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul, Selasa (7/7). Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan dukungan kepada Muhammad Nur Arifin, mahasiswa baru penerima beasiswa pendidikan unggul bersubsidi 100 persen di Fapet UGM. Arifin, yang merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara, berhasil diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Arifin dibesarkan oleh ibunya, Ngalimah, yang berjuang menghidupi keluarga dengan berjualan keripik pisang setelah suaminya, Karyana, meninggal dunia 15 tahun lalu. Selain berjualan, Ngalimah juga aktif mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan mengadakan pengajian bagi anak-anak di kampungnya. “Saya sangat bersyukur atas diterimanya Arifin di UGM. Semoga anak saya diberikan kemudahan dalam menempuh kuliah dan dapat meraih cita-citanya,” ujar Ngalimah.
Arifin dikenal sebagai siswa yang tekun dan disiplin. Meski tidak mengikuti les tambahan, ia mampu meraih prestasi akademik dan non-akademik, termasuk juara lomba musikalisasi puisi tingkat provinsi. Ketertarikannya pada dunia peternakan sudah muncul sejak kecil, meskipun pernah mengalami pengalaman sedih ketika kambing peliharaannya mati saat masih SD. “Sejak kecil saya sudah senang memelihara hewan, terutama kambing,” ungkap Arifin.
Perjalanan Menuju UGM
Arifin, lulusan SMAN 1 Bantul, mengaku tidak menyangka bisa diterima di prodi ilmu peternakan UGM. Beberapa guru sempat menyarankan program studi lain, namun kecintaannya pada peternakan membuatnya yakin memilih Fakultas Peternakan UGM. Ia bercita-cita mengembangkan usaha peternakan ayam broiler dan memiliki minat besar pada bidang nutrisi dan pangan.
Menjelang perkuliahan, Arifin memanfaatkan waktunya dengan membantu kegiatan peternakan di THR Farm, Karanganyar. Di sana, ia belajar langsung tentang pengelolaan peternakan, termasuk mengambil telur, memberikan pakan ternak, dan memantau suhu kandang. “Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara langsung,” katanya.
Dukungan dari UGM
Prof. Budi Guntoro berharap Arifin dapat fokus dan mengoptimalkan diri selama kuliah. “Selamat mas. Ke depan harus fokus baik studi maupun di organisasi nanti. Manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan beasiswa kuliah gratis ini untuk masa depan yang lebih baik,” pesannya. Budi menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan tinggi. UGM berkomitmen memastikan mahasiswa dapat belajar dengan tenang dan menyelesaikan studi secara optimal melalui berbagai bentuk dukungan yang tersedia.
Kisah Muhammad Nur Arifin menjadi inspirasi bahwa semangat belajar, ketekunan, dan dukungan keluarga dapat membuka jalan menuju perguruan tinggi impian. Melalui pendidikan di Fakultas Peternakan UGM, ia berharap dapat memperdalam ilmu peternakan dan nutrisi ternak serta mewujudkan cita-citanya menjadi peternak unggas yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat.



















