Headline.co.id, Karachi ~ Pesawat kargo Boeing 737 yang dioperasikan K2 Airways dilaporkan hilang kontak di Laut Arab, lepas pantai Karachi, Pakistan, pada Selasa malam waktu setempat. Insiden itu terjadi saat pesawat menjalani penerbangan dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi, dengan lima awak berada di dalamnya. Mengacu pada laporan Associated Press dan Reuters, pesawat sempat melaporkan gangguan sistem navigasi sebelum komunikasi radio dan pantauan radar terputus. Otoritas Pakistan kemudian mengaktifkan operasi pencarian dan penyelamatan dengan melibatkan unsur maritim dan udara untuk menelusuri area terakhir pesawat terpantau.
Kabar hilangnya Boeing 737 tersebut menjadi perhatian luas karena beberapa laporan awal di Indonesia menulis status berbeda, mulai dari hilang kontak hingga dugaan jatuh di Laut Arab. Hingga berita ini disusun, status yang paling berhati-hati adalah pesawat masih dalam pencarian, sementara penyebab hilangnya kontak belum diumumkan secara resmi. Sejumlah media internasional menyebut lokasi terakhir pesawat berada di perairan barat Karachi, wilayah yang menjadi koridor penting penerbangan dan pelayaran di Laut Arab.
Boeing 737 K2 Airways Hilang Kontak di Laut Arab
Berdasarkan laporan Associated Press, pesawat Boeing 737 kargo milik K2 Airways membawa lima awak saat hilang kontak di lepas pantai Karachi. Pesawat itu disebut melaporkan masalah sistem navigasi sekitar pukul 21.18 waktu setempat, lalu kehilangan kontak radio dan radar sekitar pukul 21.21. Jarak lokasi terakhir yang dilaporkan berada sekitar 155 mil laut di sebelah barat Karachi.
Reuters melaporkan pesawat tersebut terdaftar di Pakistan dan mengalami masalah navigasi sebelum hilang kontak. Rute Sharjah-Karachi menjadi bagian penting dalam arus logistik udara kawasan Teluk dan Pakistan, sehingga insiden ini langsung memicu respons otoritas penerbangan dan aparat pencarian. K2 Airways dalam laporan media internasional disebut sebagai maskapai swasta berbasis di Karachi.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi yang memastikan penyebab gangguan navigasi tersebut. Otoritas juga belum mengumumkan hasil akhir pencarian maupun kepastian mengenai kondisi seluruh awak. Dalam kondisi seperti ini, laporan awal dari pelacak penerbangan, media lokal, dan media internasional perlu diperlakukan sebagai informasi sementara sampai otoritas terkait merilis temuan resmi.
Tim SAR Pakistan Kerahkan Unsur Laut dan Udara
Operasi pencarian dilakukan di kawasan Laut Arab yang luas dan memiliki lalu lintas pelayaran padat. Associated Press melaporkan otoritas Pakistan mengerahkan unsur Pakistan Navy, Pakistan Air Force, dan National Shipping Corporation dalam upaya pencarian. Laporan itu juga menyebut kapal fregat Angkatan Laut, pesawat ATR, serta kapal niaga dilibatkan untuk membantu menyisir area.
Pencarian di laut terbuka menghadapi tantangan besar karena area yang harus disisir bisa berubah mengikuti arus, cuaca, jarak pandang, dan waktu kejadian. Dalam operasi seperti ini, koordinasi antara unsur udara, kapal militer, kapal sipil, dan pusat kendali penerbangan menjadi penting untuk mempersempit wilayah pencarian. Data radar terakhir, komunikasi pilot, dan informasi dari kapal yang berada di dekat lokasi menjadi bagian dari bahan awal penyelidikan.
Beberapa laporan Indonesia yang masuk dalam Google News pada Rabu, 8 Juli 2026, juga menyoroti dimulainya pencarian oleh tim SAR setelah pesawat kargo Boeing 737 tersebut hilang di Laut Arab. Namun, sebagian judul memakai diksi yang lebih tegas seperti jatuh atau menyebut korban tewas. Karena bahan resmi yang tersedia belum menegaskan hasil akhir pencarian, status korban dan kondisi pesawat belum dapat dipastikan secara independen dari bahan yang sama.
Insiden ini juga membuat perhatian tertuju pada prosedur pelaporan keadaan darurat dalam penerbangan kargo. Dalam standar keselamatan penerbangan, informasi terakhir dari awak, rekaman komunikasi, data radar, dan temuan fisik di lokasi pencarian menjadi dasar awal untuk membangun kronologi yang dapat diuji, bukan sekadar mengandalkan dugaan awal dari luar proses investigasi.
Kronologi Awal Pesawat Kargo Boeing 737
Kronologi awal yang tersedia menunjukkan pesawat berada dalam fase penerbangan menuju Karachi ketika melaporkan persoalan navigasi. Business Insider, mengutip data penerbangan dan keterangan terkait, menulis pesawat hilang sekitar 80 menit setelah lepas landas dari Sharjah dalam penerbangan yang diperkirakan berdurasi sekitar dua jam. Laporan itu juga menyebut identitas registrasi pesawat sebagai AP-BOI.
Dalam laporan yang sama, K2 Airways disebut menyampaikan kerja sama dengan otoritas dan tetap berharap keselamatan awak. Komposisi awak yang dilaporkan terdiri dari pilot, kopilot, load master, dan dua teknisi. Informasi itu memberi gambaran bahwa pesawat beroperasi sebagai penerbangan kargo, bukan penerbangan penumpang komersial.
Pakar penerbangan yang dikutip Associated Press, Imran Aslam, menilai penurunan cepat pesawat tersebut menimbulkan pertanyaan karena pesawat pada umumnya masih dapat meluncur dalam kondisi gangguan mesin. Pernyataan itu tidak menjelaskan penyebab, tetapi memperlihatkan adanya aspek teknis yang perlu diuji melalui investigasi. Hingga ada hasil pemeriksaan resmi, penyebab hilangnya Boeing 737 K2 Airways masih menjadi bagian dari proses pencarian dan penyelidikan.



















