Headline.co.id, Tangerang ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berupaya meningkatkan keselamatan penerbangan dengan mengadakan pelatihan penanganan barang berbahaya. Pelatihan Initial Dangerous Goods Type A Angkatan XIII ini berlangsung di Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug, Tangerang, dan bertujuan untuk memperkuat kompetensi personel TNI AU dalam menangani barang berbahaya sesuai standar keselamatan penerbangan.
Kepala BP3 Curug, Sukahir, menyatakan bahwa dinamika industri penerbangan menuntut personel yang terlibat dalam pengangkutan barang berbahaya memiliki kompetensi yang sesuai dengan ketentuan keselamatan. “Penanganan barang berbahaya tidak hanya memerlukan pemahaman karakteristiknya, tetapi juga ketelitian, disiplin, dan kepatuhan terhadap prosedur,” ujar Sukahir pada Selasa (7/7/2026).
Kolonel Adm Nugroho Adi Gunawan, Kepala Subdinas Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dinas Pendidikan TNI AU, menegaskan pentingnya pemahaman dalam identifikasi, pengemasan, pelabelan, penyimpanan, dan dokumentasi barang berbahaya. Kesalahan dalam proses ini dapat menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, kompetensi dasar dalam klasifikasi dan penanganan barang berbahaya menjadi keharusan bagi personel yang terlibat dalam operasi penerbangan.
Kolaborasi Strategis untuk Keselamatan Penerbangan
Kerja sama BP3 Curug dan TNI AU dalam pelatihan ini diapresiasi sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penerbangan. Pelatihan ini memberikan materi mengenai klasifikasi barang berbahaya, prosedur pengemasan, pelabelan, penandaan, hingga tata cara pengiriman barang berbahaya sesuai standar nasional dan internasional.
Dukungan terhadap Asta Cita Presiden
Kolaborasi ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan sumber daya manusia unggul dan profesional. Selain itu, Asta Cita ke-2 yang berfokus pada penguatan infrastruktur dan sistem transportasi yang aman dan berstandar internasional juga didukung melalui upaya ini.
Melalui peningkatan kompetensi ini, personel TNI AU diharapkan dapat menerapkan prosedur penanganan barang berbahaya dengan tepat, aman, dan bertanggung jawab, sehingga mendukung keselamatan operasi penerbangan di satuan masing-masing.



















