Headline.co.id, Pekanbaru ~ Seekor gajah Sumatra betina berusia sekitar 60 tahun di kawasan hutan tanaman industri Estate Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, menunjukkan pemulihan kesehatan yang signifikan setelah sempat mengalami kondisi kritis pada 2025. Pemantauan terbaru oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memastikan bahwa satwa dilindungi ini kini lebih aktif dan lincah.
Pada Juli 2025, gajah yang hidup soliter ini mengalami gangguan kesehatan serius, termasuk dehidrasi berat dan gangguan pencernaan akut. Namun, setelah perawatan intensif selama setahun, tim medis BBKSDA Riau yang dipimpin oleh dokter hewan Rini Deswita melaporkan bahwa gajah tersebut kini menunjukkan respons defensif yang kuat dan stamina yang meningkat. “Skor kondisi tubuhnya kini masuk dalam kategori sedang yang proporsional, serta bersih tanpa adanya luka fisik atau cedera baru,” ujar Kepala BBKSDA Riau, Supartono.
Pemantauan dan Perawatan Intensif
Pemantauan berkala dilakukan untuk memastikan kesehatan gajah tetap terjaga. Meskipun kondisinya membaik, tim medis masih menghadapi tantangan biologis terkait usia lanjut, seperti anismus yang menyebabkan feses menggantung. Selain itu, gigi gajah yang aus mengurangi kemampuannya mengunyah pakan berserat tinggi, sehingga memerlukan pakan yang lebih lunak.
Kerja Sama untuk Kelestarian Satwa
Pemantauan terhadap gajah Sumatra ini merupakan bagian dari kerja sama pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian satwa dilindungi. BBKSDA Riau mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perburuan liar dan menjaga habitat satwa. “Selama nafsu makan tetap baik dan gajah tidak mengalami stres berlebihan, satwa tersebut masih memiliki peluang bertahan hidup secara alami di habitatnya,” tambah Supartono.
Gajah ini kini lebih sering mencari pakan lunak di sekitar kebun masyarakat, seperti ubi kayu dan batang pisang. Tim medis juga memberikan terapi suportif berupa obat penguat dan cairan infus untuk menjaga kestabilan kondisi fisiologisnya. Pemantauan dan perawatan ini diharapkan dapat memperpanjang usia gajah tersebut dan memastikan kesejahteraannya di habitat alami.














