Headline.co.id, Jakarta ~ Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) berkomitmen untuk mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri kerajinan nasional guna meningkatkan daya saing produk kriya Indonesia di pasar global. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam sebagai bahan baku, tetapi juga untuk meningkatkan nilai tambah produk agar dapat memenuhi tuntutan pasar internasional.
Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, menyatakan bahwa isu keberlanjutan menjadi fokus utama dalam perayaan HUT ke-46 Dekranas yang akan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8–12 Juli 2026. Acara ini mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia”. “Kami ingin memastikan bahwa produk kriya Indonesia tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena proses produksinya yang ramah lingkungan,” ujar Tri Tito dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Antusiasme daerah dalam mengikuti penyelenggaraan HUT Dekranas tahun ini sangat tinggi, terlihat dari sekitar 300 stan yang telah dipesan oleh peserta dari berbagai provinsi serta kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Persiapan penyelenggaraan pun telah mencapai sekitar 90 persen. Pameran ini akan menjadi ajang promosi bagi produk-produk kriya unggulan daerah untuk memperluas akses pasar, termasuk membuka peluang ekspor bagi para perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penguatan Arah Pengembangan Sektor Kerajinan
Wakil Ketua Harian I Dekranas, Loemongga Kartasasmita, menegaskan bahwa tema tahun ini menandai penguatan arah pengembangan sektor kerajinan nasional. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan daya saing perajin, HUT ke-46 Dekranas lebih menekankan pentingnya proses produksi yang berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah produksi memperhatikan aspek lingkungan,” ujarnya.
Promosi dan Kebanggaan Produk Kriya Nasional
Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Indri Angga Prabowo, berharap penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas dapat semakin memperluas promosi produk kriya nasional sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap karya para perajin Indonesia. “Kami ingin masyarakat semakin bangga dengan produk kriya lokal yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Indri.
Sebagai tuan rumah, Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina Sudirman, menyatakan bahwa seluruh persiapan kegiatan terus dimatangkan melalui koordinasi Dekranas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, organisasi perangkat daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui penyelenggaraan HUT ke-46 di Makassar, Dekranas berharap penguatan prinsip keberlanjutan dapat semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat kriya berbasis budaya dan kreativitas, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk kerajinan nasional.























