Headline.co.id, Sleman ~ Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengimplementasikan strategi baru untuk mengatasi krisis sampah dengan mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan limbah. Langkah ini dilakukan melalui peluncuran program Rumpi-ah (Rumah Pilah Sampah) dan platform digital SIOSESTU, yang diumumkan oleh Kepala Tim Kerja Pengelolaan Persampahan DLH Sleman, Fitasari Ayu Wardani, pada Senin (29/6/2026).
Program Rumpi-ah dirancang untuk mengumpulkan dan mengonsolidasikan botol plastik sekali pakai agar tidak tercecer di ruang publik. Inovasi ini diperkuat dengan skema Teratai (Terpilah Rapi Tambah Nilai Integrasi) dan Kopiah (Kotak Pilah Sampah) yang bertujuan mengintervensi budaya pemilahan sampah dari sumber domestik. “Kami berupaya mengubah perilaku masyarakat dan mempercepat target swasembada pengelolaan limbah di tingkat lokal,” ujar Fitasari.
Selain itu, DLH Sleman juga memperkenalkan SIOSESTU, sebuah platform digital berbasis web yang memodernisasi administrasi pengelolaan limbah. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sampah di daerah tersebut.
Peran Petugas Pendamping dan Kolaborasi Pentahelix
Untuk memastikan edukasi dan implementasi program berjalan efektif, DLH Sleman membentuk Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) yang disebar di tingkat kalurahan, kapanewon, hingga kawasan padat penduduk. Petugas ini berperan sebagai ujung tombak dalam mengawal kelembagaan warga dalam pengelolaan sampah.
DLH Sleman juga menerapkan pendekatan Pentahelix dengan melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas peduli lingkungan, instansi pemerintah, dan media massa. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan menumbuhkan iklim ekonomi sirkular, di mana residu produksi dapat diolah kembali menjadi komoditas bernilai ekonomis tinggi.
Dengan strategi ini, DLH Sleman berharap dapat mengatasi krisis sampah secara efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang baik.






















