Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan nasional untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan akan berkembang pada pertengahan 2026 dan mencapai puncaknya pada akhir 2026 hingga awal 2027. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).
Fenomena El Nino diprediksi dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang berpotensi mempengaruhi ketersediaan air baku, produksi pertanian, dan ketahanan pangan nasional. “Kita harus siap menghadapi tantangan ini dengan langkah mitigasi yang tepat,” ujar Suharyanto.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, BNPB telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pembangunan sumur bor di wilayah rawan kekeringan, dan pengembangan jaringan pipanisasi air bersih. Hingga saat ini, BNPB telah membangun 109 titik sumur bor di tujuh provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Penguatan Infrastruktur Air Bersih
Selain itu, BNPB juga mengembangkan jaringan pipanisasi air bersih sepanjang 33,7 kilometer di Kabupaten Magelang dan 12 kilometer di Kabupaten Gayo Lues, serta di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan air masyarakat di daerah rawan kekeringan.
Kesiapsiagaan Menghadapi Karhutla
BNPB terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla melalui dukungan operasi udara, OMC, pendampingan kepada pemerintah daerah, serta penguatan koordinasi di enam provinsi prioritas rawan karhutla. BNPB menegaskan bahwa upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan karhutla harus terus diperkuat agar kejadian kabut asap lintas batas seperti yang terjadi pada 2015 tidak terulang.
Koordinasi Lintas Sektor
Kehadiran BNPB dalam forum tersebut merupakan bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi berbagai risiko bencana akibat fenomena El Nino. Rapat koordinasi ini juga menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah pengendalian inflasi daerah dengan mitigasi dampak El Nino, mengingat potensi gangguan terhadap produksi pangan dan distribusi komoditas strategis yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memantau informasi resmi pemerintah terkait perkembangan kondisi iklim dan potensi bencana di wilayah masing-masing.























