Headline.co.id, Gresik ~ Wisata Giri Kuno (WGK) di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, terus berkembang menjadi salah satu destinasi wisata edukasi dan sejarah yang menarik perhatian masyarakat. Berlokasi di kawasan wisata religi Sunan Giri, tempat ini menghadirkan replika peninggalan Kerajaan Giri Kedaton sekaligus menjadi sarana pelestarian sejarah dan budaya lokal. Sejak diresmikan pada 13 Desember 2022 hingga kini, wisata tersebut tidak hanya menjadi tujuan wisata keluarga, tetapi juga lokasi pembelajaran bagi pelajar dan pengunjung dari berbagai daerah.
Keberadaan Wisata Giri Kuno menjadi upaya Pemerintah Desa Giri bersama masyarakat untuk menghidupkan kembali memori kejayaan Sunan Giri sebagai salah satu tokoh penyebar Islam di Pulau Jawa. Berbagai replika bangunan bersejarah dan aktivitas budaya dihadirkan agar generasi muda dapat mengenal sejarah secara lebih dekat dan menarik.
Wisata Giri Kuno Hadirkan Nuansa Kerajaan Giri Kedaton
Wisata Giri Kuno berada di Jalan Sunan Giri, Desa Giri, tepat di belakang SMP Muhammadiyah 4 Kebomas. Kawasan seluas sekitar 1.300 meter persegi ini dikembangkan sebagai representasi kehidupan pada masa Kerajaan Giri Kedaton.
Pengunjung dapat melihat berbagai replika bangunan yang menggambarkan pusat dakwah Sunan Giri, seperti pendapa atau joglo utama, gapura, alun-alun, gazebo, hingga jublang atau kolam mandi yang menggambarkan lokasi penting pada masa lalu.
Selain itu, sejumlah tanaman khas yang diyakini tumbuh pada era Giri Kedaton juga ditanam di kawasan tersebut, seperti pohon pinang, siwalan, dan gebang yang daunnya dikenal sebagai pembungkus kuliner tradisional pudak dan kupat.
Kepala Desa Giri, Khusnul Falah, mengatakan Wisata Giri Kuno lahir dari semangat masyarakat yang peduli terhadap sejarah perjuangan Sunan Giri.
“Semoga bisa menarik wisatawan saat berkunjung di kawasan wisata religi Sunan Giri,” ujar Khusnul Falah.
Dari Lahan Pembuangan Sampah Menjadi Wisata Edukasi Sejarah
Keunikan lain dari wisata giri kuno adalah lokasi pembangunannya yang sebelumnya merupakan area pembuangan sampah milik desa. Pemerintah Desa Giri kemudian mengubah kawasan tersebut menjadi destinasi edukasi sejarah yang kini menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Menurut Khusnul Falah, gagasan tersebut muncul karena keinginan untuk mengenalkan sejarah Sunan Giri kepada generasi muda melalui media yang lebih menarik dan mudah dipahami.
“Karena kita ingin melestarikan perjuangan Sunan Giri, sehingga kita buatkan tempat Wisata Giri Kuno di lahan milik desa yang selama ini menjadi tempat pembuangan sampah,” katanya.
Di kawasan ini terdapat berbagai replika peninggalan sejarah, mulai dari replika Giri Kedaton, Pesantren Giri, Pasar Gede, Sumur Gemuling, Telaga Pegat, hingga miniatur kampung-kampung pedukuhan yang pernah menjadi bagian dari kawasan Giri pada masa lampau.
“Harapannya, Wisata Giri Kuno tersebut menjadi tempat edukasi sejarah Kawasan Giri. Sehingga ada banyak replika yang dibangun sesuai peninggalan Sunan Giri,” tambahnya.
Didorong Menjadi Ikon Desa Berdaya Kabupaten Gresik
Wisata Giri Kuno juga menjadi salah satu produk unggulan Desa Giri setelah desa tersebut ditetapkan sebagai Desa Berdaya Tahun 2022 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Saat peluncuran wisata tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik, Abu Hassan, menegaskan bahwa pengembangan potensi lokal merupakan bagian penting dari program Desa Berdaya.
“Semua potensi lokal di tiap desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Berdaya akan dikembangkan secara maksimal. Hal ini menuntut kreativitas dan kesungguhan pengelolanya. Kami dari Pemerintah Kabupaten terus men-support,” kata Abu Hassan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Desa Giri yang berhasil masuk dalam jajaran 10 Desa Berdaya di Kabupaten Gresik dari lebih dari 320 desa yang ada.
“Ini luar biasa karena di Gresik ini ada 320 desa lebih dan yang ditetapkan Pemprov Jawa Timur sebagai Desa Berdaya cuma 10, termasuk Desa Giri ini. Sekali lagi, selamat untuk Giri,” ujarnya.
Jadi Wadah UMKM dan Produk Khas Gresik
Selain menyajikan edukasi sejarah, wisata giri kuno juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha mikro di Desa Giri. Pengunjung dapat menemukan berbagai kuliner khas daerah seperti pudak, wedang pokak, es tape ketan, hingga kupat ketek yang tersedia pada waktu-waktu tertentu.
Pemerintah desa memanfaatkan dana desa untuk membangun fasilitas wisata sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bintang Giri.
“Di sana ada unit usaha mikro, kecil dan menengah yang bisa menitipkan jajanan khas Giri yang bisa dijual kepada pengunjung, sehingga dapat membantu perekonomian pemerintahan desa dan masyarakat,” tutur Khusnul Falah.
Pengelola Wisata Giri Kuno, Fathus Syakur, menambahkan bahwa kawasan wisata tersebut memang dirancang agar pengunjung dapat menikmati suasana sejarah sambil mencicipi kuliner lokal.
“Kedainya ada es tape ketan, ada makanan khas Giri yaitu kupat ketek di hari-hari tertentu dan bisa memesannya,” kata Fathus Syakur.
Menjadi Lokasi Pembelajaran Budaya bagi Pelajar
Perkembangan Wisata Giri Kuno tidak hanya terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari pemanfaatannya sebagai lokasi pembelajaran budaya. Pada April 2026, sebanyak 92 murid kelas 4 SD Muhammadiyah Kompleks Gresik mengikuti program One Day One Trip bertema Eksplorasi Batik Khas Gresik di kawasan tersebut.
Dalam kegiatan itu, para siswa belajar langsung mengenai proses membatik, mulai dari mengenal alat dan bahan hingga praktik membuat motif batik di atas kain.
Salah satu narasumber, Riza, menekankan pentingnya mengenalkan budaya lokal sejak usia dini.
“Membatik itu bukan hanya menggambar, tapi juga melatih kesabaran dan ketelitian. Setiap goresan memiliki nilai seni dan makna,” ujarnya.
Kepala SD Muhammadiyah Kompleks Gresik, Luluk Subaidah, menilai pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa.
“Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar tentang budaya batik, tetapi juga melatih kreativitas, kerja sama, serta kemandirian. Ini adalah bagian dari pembelajaran bermakna yang kami kembangkan di SD Mugres,” tuturnya.
Dengan perpaduan wisata sejarah, edukasi budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, wisata giri kuno kini berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Gresik yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat jejak sejarah Sunan Giri dan Kerajaan Giri Kedaton.























