Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Religi

Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Hukum Menggabungkannya dengan Puasa Tasua, Ini Penjelasan Ulama

Hendrawan by Hendrawan
3 months ago
in Religi
Reading Time: 6 mins read
415 21
A A
0
Niat Puasa Qadha Ramadhan Arab, Latin, dan Artinya, Bisa Digabung dengan Tasua

Niat Puasa Qadha Ramadhan Arab, Latin, dan Artinya, Bisa Digabung dengan Tasua?

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Menjelang pelaksanaan puasa Tasua pada 9 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan Rabu, 24 Juni 2026, banyak umat Islam mencari informasi mengenai niat puasa qadha Ramadhan sekaligus hukum menggabungkannya dengan puasa sunnah Tasua. Pertanyaan ini muncul karena sebagian Muslim masih memiliki utang puasa Ramadhan yang wajib ditunaikan, namun juga ingin meraih keutamaan puasa sunnah di bulan Muharram.

Contents

    • 0.1. Makna Lirik Sholawat Ya Khoiro Maulud, Pujian atas Kelahiran Nabi
    • 0.2. Bacaan Sholawat Nariyah: Asal Nama, Sejarah dan Tradisi Pengamalannya
  • 1. Dasar Hukum Puasa Qadha Ramadhan
  • 2. Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan
  • 3. Bolehkah Puasa Qadha Ramadhan Digabung dengan Puasa Tasua?
  • 4. Ulama yang Tidak Membolehkan Penggabungan Niat
  • 5. Niat Puasa Tasua dan Qadha Ramadhan
  • 6. Hikmah Menyegerakan Qadha Puasa
  • 7. FAQ Seputar Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Tasua
    • 7.1. 1. Apa itu puasa qadha Ramadhan?
    • 7.2. 2. Bagaimana bacaan niat puasa qadha Ramadhan?
    • 7.3. 3. Kapan waktu yang tepat untuk membaca niat puasa qadha Ramadhan?
    • 7.4. 4. Bolehkah menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa Tasua?
    • 7.5. 5. Jika menggabungkan puasa qadha dan Tasua, apakah mendapatkan dua pahala?
    • 7.6. 6. Mana yang harus didahulukan, puasa qadha Ramadhan atau puasa Tasua?
    • 7.7. 7. Apa keutamaan menyegerakan puasa qadha Ramadhan?

Dalam syariat Islam, puasa qadha Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang meninggalkan puasa karena uzur seperti sakit, bepergian, haid, nifas, atau alasan syar’i lainnya. Karena itu, pemahaman mengenai niat puasa qadha Ramadhan, waktu pelaksanaan niat, serta pandangan ulama terkait penggabungannya dengan puasa Tasua menjadi hal penting bagi umat Islam.

You might also like

Cara Mengamalkan Sholawat Ibrahimiyah

Makna Lirik Sholawat Ya Khoiro Maulud, Pujian atas Kelahiran Nabi

1 September 2026
Ilustrasi gambar Sholawat Nariyah

Bacaan Sholawat Nariyah: Asal Nama, Sejarah dan Tradisi Pengamalannya

1 September 2026

Selain mengetahui bacaan niat puasa qadha Ramadhan, umat Islam juga perlu memahami adanya perbedaan pendapat ulama mengenai kebolehan menggabungkan puasa wajib dengan puasa sunnah Tasua dan Asyura.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Dasar Hukum Puasa Qadha Ramadhan

Kewajiban mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 184:

“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.”

Ayat tersebut menjadi dasar bahwa seseorang yang memiliki uzur diperbolehkan tidak berpuasa pada bulan Ramadhan, namun tetap wajib menggantinya di hari lain.

Kewajiban qadha puasa juga diperkuat melalui hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Ia berkata:

“Aku pernah memiliki hutang puasa Ramadhan, maka aku tidak mengqadhanya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa qadha puasa merupakan kewajiban yang harus ditunaikan setelah seseorang terbebas dari uzur yang menghalanginya berpuasa.

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Bagi umat Islam yang hendak mengganti puasa Ramadhan, berikut bacaan niat puasa qadha Ramadhan:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i Ramadhona lillahi ta’ala.

Artinya:

“Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Dalam mazhab Syafi’i yang menjadi pedoman mayoritas Muslim Indonesia, niat puasa qadha wajib dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar karena termasuk puasa wajib.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai)

Bolehkah Puasa Qadha Ramadhan Digabung dengan Puasa Tasua?

Persoalan menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa Tasua menjadi salah satu pembahasan fikih yang masih diperselisihkan para ulama.

Sebagian ulama mazhab Syafi’i membolehkan penggabungan niat tersebut. Imam Ar-Ramli dalam kitab Nihayatul Muhtaj menjelaskan:

“Kalau seseorang meng-qadha puasa di bulan Syawal atau meng-qadha di hari Asyura, maka ia mendapatkan pahala puasa sunnahnya.”

Pendapat serupa juga disampaikan Imam as-Suyuthi dalam kitab Al-Asybah wa an-Nazhair.

“Kalau seseorang meng-qadha puasa, atau puasa Nazar, atau puasa Kaffarah, kemudian ia meniatkan bersama puasa Arafah, maka puasanya sah dan mendapatkan dua pahala (yakni pahala wajib dan sunnah).”

Pandangan yang membolehkan ini juga didukung Imam Khatib asy-Syarbini dalam kitab Mughni Muhtaj. Menurutnya, seseorang yang berpuasa qadha Ramadhan bertepatan dengan hari puasa sunnah tetap berpeluang memperoleh pahala puasa sunnah tersebut.

Ulama yang Tidak Membolehkan Penggabungan Niat

Di sisi lain, sejumlah ulama memiliki pandangan berbeda. Syaikh bin Baz, Syaikh Abdurrahman Ali al-Askar, dan Syaikh Dr Muhammad bin Hassan termasuk ulama yang tidak membolehkan penggabungan puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Tasua atau Asyura.

Mereka berpendapat bahwa puasa qadha memiliki status wajib yang lebih kuat dibanding puasa sunnah. Karena itu, apabila kedua niat digabungkan, maka yang dianggap sah hanyalah puasa qadha Ramadhan.

Pandangan serupa juga dikemukakan Imam Abu Makhramah yang mengikuti pendapat Imam as-Samhudi. Menurut kelompok ini, puasa wajib dan puasa sunnah merupakan dua ibadah berbeda yang sebaiknya dilaksanakan secara terpisah.

Niat Puasa Tasua dan Qadha Ramadhan

Bagi umat Islam yang mengikuti pendapat ulama yang membolehkan penggabungan niat, berikut bacaan niat puasa Tasua dan qadha Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَسُنَّةِ تَاسُوعَاءَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna wa sunnati Tāsū’ā’a lillāhi ta’ālā.

Artinya:

“Saya berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadhan dan menjalankan puasa sunnah Tasua karena Allah Ta’ala.”

Sementara itu, niat puasa Tasua secara terpisah adalah:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu’a lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT.”

Hikmah Menyegerakan Qadha Puasa

Para ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak menunda pembayaran utang puasa tanpa alasan yang dibenarkan. Menyegerakan qadha puasa memiliki sejumlah hikmah, di antaranya menunaikan amanah ibadah yang masih menjadi tanggungan, menunjukkan kesungguhan dalam ketaatan kepada Allah SWT, menghindari kelalaian dalam menjalankan kewajiban, serta melatih kedisiplinan beribadah.

Meski terdapat perbedaan pandangan mengenai penggabungan puasa qadha Ramadhan dengan puasa Tasua, umat Islam dianjurkan memahami pendapat ulama yang diikuti agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan mantap. Sementara itu, jika waktu dan kesempatan masih tersedia, sebagian ulama menilai memisahkan puasa qadha dan puasa sunnah tetap menjadi pilihan yang lebih utama.

FAQ Seputar Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Tasua

1. Apa itu puasa qadha Ramadhan?

Puasa qadha Ramadhan adalah puasa pengganti yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang tidak menjalankan puasa Ramadhan karena alasan syar’i, seperti sakit, bepergian, haid, nifas, atau uzur lainnya. Kewajiban ini harus ditunaikan di luar bulan Ramadhan.

2. Bagaimana bacaan niat puasa qadha Ramadhan?

Bacaan niat puasa qadha Ramadhan adalah:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i Ramadhona lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

3. Kapan waktu yang tepat untuk membaca niat puasa qadha Ramadhan?

Menurut mazhab Syafi’i yang dianut mayoritas umat Islam di Indonesia, niat puasa qadha Ramadhan harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar atau sebelum waktu Subuh karena termasuk puasa wajib.

4. Bolehkah menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa Tasua?

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama seperti Imam Ar-Ramli dan Imam As-Suyuthi membolehkan penggabungan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa Tasua. Namun, ulama lain seperti Syaikh Bin Baz berpendapat bahwa puasa wajib dan puasa sunnah sebaiknya dipisahkan.

5. Jika menggabungkan puasa qadha dan Tasua, apakah mendapatkan dua pahala?

Menurut ulama yang membolehkan penggabungan niat, seseorang berpeluang memperoleh pahala puasa wajib qadha Ramadhan sekaligus pahala puasa sunnah Tasua. Namun, pendapat ini tidak disepakati oleh seluruh ulama.

6. Mana yang harus didahulukan, puasa qadha Ramadhan atau puasa Tasua?

Mayoritas ulama menyarankan untuk mendahulukan puasa qadha Ramadhan karena hukumnya wajib. Meski demikian, sebagian ulama memperbolehkan pelaksanaan keduanya secara bersamaan bagi yang mengikuti pendapat tersebut.

7. Apa keutamaan menyegerakan puasa qadha Ramadhan?

Menyegerakan qadha puasa memiliki beberapa keutamaan, antara lain:

  • Menunaikan kewajiban yang masih menjadi tanggungan.
  • Menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT.
  • Menghindari penundaan ibadah tanpa alasan yang dibenarkan.
  • Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab dalam beribadah.
  • Memberikan ketenangan karena telah menyelesaikan kewajiban sebelum Ramadhan berikutnya tiba.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Niat Puasa Qadha Ramadhanpuasa muharramPuasa Tasua

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Cara Mengamalkan Sholawat Ibrahimiyah

Makna Lirik Sholawat Ya Khoiro Maulud, Pujian atas Kelahiran Nabi

by Hendrawan
1 September 2026
0

Makna lirik sholawat Ya Khoiro Maulud berpusat pada pujian atas kelahiran Nabi Muhammad. Simak konteks syair dan pesan utamanya dalam...

Ilustrasi gambar Sholawat Nariyah

Bacaan Sholawat Nariyah: Asal Nama, Sejarah dan Tradisi Pengamalannya

by Hendrawan
1 September 2026
0

Telusuri bacaan sholawat nariyah dari asal nama, jejak Syekh Ibrahim at-Tazi, tradisi pesantren, hingga variasi jumlah bacaan dalam pengamalannya.

Keutamaan dan lirik Sholawat Nariyah

Bacaan Sholawat Nariyah Arab, Latin dan Artinya, Lengkap Maknanya

by Hendrawan
1 September 2026
0

Bacaan sholawat nariyah lengkap Arab, Latin, arti, makna, dan konteks pengamalannya agar dipahami secara tepat tanpa klaim fadilah berlebihan.

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031

Muktamar NU 2026 Berakhir, Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU Masa Khidmat 2026–2031

by Saddam
31 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Muktamar NU 2026 resmi berakhir dengan terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum...

PBNU Muktamar NU 2026

Daftar 5 Calon Ketum PBNU Muktamar NU 2026, Gus Kikin Raih Suara Terbanyak

by Saddam
31 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Daftar 5 calon Ketum PBNU Muktamar NU 2026 resmi ditetapkan dalam rangkaian Sidang Pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul...

Ketum PBNU 2026–2031 Ditentukan AHWA

Ketum PBNU Muktamar NU 2026: AHWA Pilih Gus Kikin Pimpin PBNU Periode 2026–2031

by Saddam
31 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Ketum PBNU Muktamar NU 2026 akhirnya ditetapkan setelah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) secara mufakat memilih KH...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Pesantren di Riau Capai 550, Pemprov Tingkatkan Dukungan Pendidikan Islam

Pesantren di Riau Capai 550, Pemprov Tingkatkan Dukungan Pendidikan Islam

9 July 2026
:

KPP Sumenep Perkuat Peran Komunitas di Bidang Pendidikan

14 September 2026

Presiden Jokowi Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi Produk Unggulan Nasional

7 February 2020
MPV Listrik Pertama Meluncur di Indonesia: BYD M6, Jawaban Kebutuhan Mobilitas Masa Kini

BYD M6: MPV Listrik Pertama Meluncur di Indonesia, Jawaban Kebutuhan Mobilitas Modern

28 August 2024
177 ASN di Banjarbaru Mendapat Kenaikan Pangkat, Kinerja Jadi Faktor Utama

177 ASN di Banjarbaru Mendapat Kenaikan Pangkat, Kinerja Jadi Faktor Utama

28 March 2026

Balad Nobar Biru PERSIB vs Persijap Hadir di 10 Lokasi

19 September 2026
Ritme Nostalgia: Menabung Seru Bersama Lagu-lagu Legendaris di Bank Saqu

Bank Saqu: Semarak Menabung dengan Ritme Lagu Legendaris

20 August 2024

Artikel Terbaru

: Memiliki nilai sejarah tinggi dan menyimpan jejak pemetaan geologi era 1800-an, keberadaan Tugu T695 di perbukitan Balecatur, Sleman, kini dijaga kelestariannya oleh warga setempat dan diusulkan menjadi objek cagar budaya.

Tugu Trianggulasi T695 di Sleman Disulap Jadi Destinasi Wisata

28 September 2026
: Dinkes Palangka Raya Bagikan 2.500 Masker Antisipasi Dampak Kabut Asap

Dinkes Palangka Raya Siapkan Oksigen dan 2.500 Masker

28 September 2026
:

Padang Siapkan Pembinaan Kafilah MTQ Berjenjang Mulai 2027

28 September 2026
Farmasi UAA Dorong Literasi Obat Keluarga melalui Edukasi DAGUSIBU di Bantul

Semarak Hari Farmasi Sedunia, Alma Ata Gelar Edukasi DAGUSIBU di KB-TK ABA Tegalsari

28 September 2026
:

TP-PKK Padang Dorong Keluarga Cegah Risiko TBC

28 September 2026
Penganiayaan di SD Sleman, Polisi Ungkap Dugaan Pemicu Berawal dari Jajanan Anak

Miskomunikasi soal Jajanan Anak Berujung Penganiayaan di SD Sleman, Parang 80 Cm Diamankan

28 September 2026
: Dok. NOC

Emas Beregu Putra Asian Games, BNI Apresiasi Regenerasi PBSI

28 September 2026

Popular Story

: Tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil melaju ke semifinal Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan Malaysia 3-2 pada babak perempat final di Ichinomiya, Selasa (22/9/2026). Kemenangan Indonesia ditentukan tunggal putra muda Moh Zaki Ubaidillah pada partai kelima atau penentu. (Dok: PBSI)
Berita

Indonesia Raih Emas Pertama Asian Games 2026 dari Bulu Tangkis

by masfajar
25 September 2026
0

Headline.co.id ~ Indonesia meraih medali emas pertama pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026...

Read moreDetails

Menhan RI dan Menteri Prancis Tinjau Latma PEGASE 2026

Satlantas Polres Nias Perketat Penertiban Kendaraan ODOL

Pendampingan Psikologi Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak

Wisata Inklusif: Lima Destinasi yang Perlu Dipertimbangkan

Produksi Bawang Putih Nasional Baru 40 Ribu Ton, Impor Masih Tinggi

FIFA ASEAN Cup 2026, Polda Jabar Siapkan 2.026 Personel

Polantas KARIB PJR BORR-Bocimi Bantu Dua Kendaraan Bermasalah

BPKH Raih Prominent Awards 2026, Dana Haji Capai Rp180,72 Triliun

Bantuan Air Bersih Satlantas Polres Blora Sasar Dua Desa

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.