Headline.co.id, Sleman ~ Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dalam program HK WASH Infra untuk menyediakan akses air bersih berkelanjutan di Padukuhan Gemawang, Sleman. Program ini, yang merupakan bagian dari inisiatif “Nandur Tuk Banyu”, dilaksanakan bersama Yayasan Kinarya Anak Bangsa dan PT Hutama Karya (Persero). Serah terima program dilakukan oleh Dianita Saraswati, Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Hutama Karya, dan dihadiri oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya serta sejumlah pejabat terkait.
Program ini melibatkan Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM yang memberikan dukungan teknis dari perencanaan hingga pelaksanaan. Sistem yang dikembangkan mencakup Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH) Gama Rain Filter yang dikombinasikan dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) dan sinar ultraviolet (UV). Teknologi ini bertujuan untuk mengelola sumber mata air yang selama ini digunakan masyarakat setempat.
Teknologi Inovatif untuk Air Bersih
Pratama Tirza Surya Sembada, M.Sc., dari Departemen Teknik Sipil UGM, menjelaskan bahwa program ini didasari oleh kajian kondisi sumber daya air di Gemawang. “Masyarakat selama ini memanfaatkan sumber mata air di Sungai Code, namun saat kemarau panjang, debit air menurun,” ujarnya. Oleh karena itu, program ini memperkenalkan air hujan sebagai sumber alternatif yang berkualitas baik.
IPAH Gama Rain Filter dilengkapi dengan tiga tahap filtrasi utama untuk memastikan kualitas air yang dihasilkan memenuhi standar air bersih. “Air hujan sudah memiliki kualitas baik jika media tangkapnya bersih,” tambah Tirza. Sistem ini juga mengurangi run off untuk memitigasi banjir.
Konservasi dan Keberlanjutan
Program ini tidak hanya fokus pada penyediaan air bersih, tetapi juga konservasi lingkungan. Melalui pembangunan sumur resapan, biopori, dan penanaman vegetasi konservasi, program ini bertujuan menjaga keseimbangan siklus hidrologi. “Program ini selaras dengan SDGs no 6 tentang Penyediaan Akses Air Bersih,” kata Tirza.
Rosita Yuwanasari Suwardi Wibawa, Founder Yayasan Kinarya Anak Bangsa, menegaskan bahwa program ini juga berfokus pada perlindungan dan pemeliharaan sumber mata air serta penanaman pohon di kawasan hulu dan hilir. Sementara itu, Dianita Saraswati dari PT Hutama Karya menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi kolaborasi ini sebagai solusi atas kebutuhan dasar warga. “Program ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. Program HK WASH Infra di Padukuhan Gemawang menjadi contoh penerapan inovasi berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung akses air bersih dan pembangunan berkelanjutan.






















