Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Nama Lamine Yamal kembali menjadi sorotan menjelang laga Spanyol vs Arab Saudi dalam lanjutan Grup H Piala Dunia 2026, Minggu (21/6/2026). Penyerang muda Barcelona itu diproyeksikan tampil sebagai starter setelah sebelumnya hanya bermain singkat pada pertandingan pembuka melawan Tanjung Verde. Di tengah kebutuhan Spanyol untuk meraih kemenangan perdana, Yamal kini menjadi tumpuan utama La Roja untuk membongkar pertahanan lawan.
Peran Lamine Yamal di Piala Dunia 2026 semakin penting setelah Spanyol gagal mencetak gol pada laga pertama. Tim asuhan Luis de la Fuente mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 74,3 persen dan melepaskan 27 tembakan, namun tetap gagal meraih kemenangan.
Menjelang duel Spanyol vs Arab Saudi, perhatian publik tidak hanya tertuju pada kondisi kebugaran Yamal, tetapi juga pada fakta-fakta menarik yang membuat pemain muda tersebut disebut sebagai salah satu talenta terbaik dunia saat ini.
Dari Rocafonda ke Panggung Piala Dunia 2026
Perjalanan Lamine Yamal menuju panggung sepak bola dunia terbilang luar biasa. Pemain yang tumbuh di kawasan Rocafonda, Spanyol, kini telah menjadi salah satu wajah utama sepak bola modern.
Popularitasnya terlihat jelas selama berlangsungnya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Wajah Yamal menghiasi berbagai papan reklame besar di sejumlah kota, termasuk New York, Atlanta, hingga Miami. Kehadirannya menjadi simbol generasi baru sepak bola Spanyol yang diharapkan mampu melanjutkan kejayaan La Roja.
Saat Spanyol menghadapi Tanjung Verde di Mercedes-Benz Stadium, atmosfer stadion berubah drastis ketika Yamal bersiap memasuki lapangan sebagai pemain pengganti. Sorakan ribuan penonton menggema di seluruh stadion bahkan sebelum ia menyentuh bola.
Fenomena tersebut menunjukkan betapa besar daya tarik pemain berusia 19 tahun itu di mata penggemar sepak bola dunia.
Zlatan Ibrahimovic Sebut Yamal Pemain Spesial
Legenda sepak bola dunia Zlatan Ibrahimovic termasuk salah satu sosok yang memberikan pujian tinggi kepada Yamal.
“Lamine Yamal adalah pemain spesial. Dia adalah pemain yang membuat Anda rela membayar tiket yang sangat mahal, pemain yang membuat Anda datang ke stadion, dan berkat dia Anda dapat menikmati pengalaman tersebut,” ujar Ibrahimovic dikutip dari Fox Sports.
Menurut mantan striker Barcelona itu, kualitas Yamal bahkan terlihat lebih istimewa ketika disaksikan secara langsung.
“Di TV dia terlihat spesial dan bagus. Tapi dari dekat dia bahkan lebih spesial,” kata Ibrahimovic.
Ia juga mengagumi kemampuan teknis yang dimiliki pemain muda tersebut.
“Pada usia 18 tahun, itu luar biasa. Setiap kali dia menyentuh bola, Anda bisa melihat dia berbeda.”
Pujian tersebut menjadi bukti bahwa Yamal tidak hanya dipandang sebagai pemain muda berbakat, tetapi juga sebagai sosok yang berpotensi menjadi ikon sepak bola dunia di masa depan.
Nilai Komersial yang Terus Melonjak
Di luar lapangan, pengaruh Lamine Yamal juga terus berkembang. Berdasarkan laporan Forbes, Yamal termasuk salah satu pemain dengan pendapatan terbesar di Piala Dunia 2026.
Pendapatannya disebut mencapai sekitar 43 juta dolar AS per tahun, yang terdiri atas gaji serta berbagai kontrak komersial dengan merek-merek global.
Sejumlah perusahaan besar seperti Adidas, McDonald’s, Beats, Visa, hingga American Eagle diketahui menjadikan Yamal sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.
Salah satu sumber yang dekat dengan sang pemain bahkan menggambarkan pengaruh Yamal dengan kalimat sederhana namun kuat.
“Segala sesuatu yang disentuhnya berubah menjadi emas.”
Popularitasnya juga terlihat dari aktivitas sederhana di luar lapangan. Foto-foto Yamal yang sedang berbelanja bersama keluarga di Amerika Serikat sempat viral dan memicu lonjakan pencarian di internet dalam waktu singkat.
Cedera Tak Mengurangi Ambisi Besar
Meski tengah menjadi pusat perhatian dunia, perjalanan Yamal menuju Piala Dunia 2026 tidak sepenuhnya mulus.
Cedera hamstring yang dialaminya membuat pemain Barcelona tersebut harus menepi selama 54 hari dan melewatkan sejumlah pertandingan penting menjelang turnamen.
Akibat kondisi itu, Yamal hanya bermain sekitar 15 hingga 20 menit saat Spanyol ditahan imbang Tanjung Verde pada laga pembuka Grup H.
Kini kondisinya terus membaik dan ia telah menyatakan siap bermain sejak menit pertama saat menghadapi Arab Saudi.
“Terlalu cepat jika harus bermain penuh, belum saatnya, tapi saya merasa bisa jadi starter dan bermain selama yang pelatih inginkan. Biar dia yang memutuskan. Saya merasa baik-baik saja dan termotivasi sekali. Saya sempat absen lama, tapi kini semua baik-baik saja,” kata Yamal seperti dikutip Tribuna.
Pernyataan tersebut menjadi kabar baik bagi Spanyol yang membutuhkan kreativitas dan kecepatan Yamal untuk meningkatkan efektivitas serangan.
Harapan Besar Spanyol Ada di Pundaknya
Bagi Spanyol, Lamine Yamal bukan sekadar pemain muda berbakat. Ia telah berkembang menjadi simbol harapan baru bagi generasi sepak bola La Roja.
Kemampuan menggiring bola, visi permainan, kecepatan, serta naluri mencetak gol membuatnya dipercaya mampu menjadi pembeda dalam pertandingan penting.
Bek Spanyol Marc Cucurella bahkan mengingatkan bahwa timnya harus tampil lebih fokus setelah gagal menang pada laga pertama.
“Mungkin kejadian ini akan membuat kami lebih waspada. Kami paham tidak mudah berada di Piala Dunia. Kami harus 100 persen fokus di setiap laga. Tim mana pun bisa mengalahkan Anda,” ujar Cucurella.
Dengan seluruh perhatian yang kini tertuju kepadanya, pertandingan melawan Arab Saudi akan menjadi kesempatan besar bagi Lamine Yamal untuk menunjukkan mengapa banyak pihak menyebutnya sebagai masa depan sepak bola Spanyol.
Jika mampu tampil maksimal, bukan tidak mungkin pemain muda tersebut akan menjadi sosok kunci yang membawa La Roja melangkah jauh di Piala Dunia 2026.




















