Headline.co.id, Jakarta ~ Ismael Saibari mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026 setelah mencetak gol tercepat turnamen sejauh ini dan membawa Tim Nasional Maroko mengalahkan Tim Nasional Skotlandia dengan skor 1-0 pada laga Grup C, Sabtu (20/6/2026). Kemenangan penting tersebut membuat Singa Atlas meraih tiga poin perdana sekaligus memperbesar peluang lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026.
Hasil Maroko vs Skotlandia ini juga berdampak langsung terhadap klasemen tim nasional sepak bola Skotlandia vs tim nasional sepak bola Maroko. Maroko kini memimpin persaingan di Grup C dengan koleksi empat poin, sementara Skotlandia harus turun ke posisi kedua meski masih menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Dalam pertandingan Skotlandia vs Maroko yang berlangsung di Foxborough, Boston, gol semata wayang Saibari tercipta saat laga baru berjalan 70 detik. Gol cepat tersebut menjadi pembeda dalam duel ketat yang didominasi Maroko sepanjang pertandingan.
Gol Kilat Saibari Kejutkan Skotlandia
Maroko langsung tampil agresif sejak peluit kick-off dibunyikan. Baru memasuki menit kedua, Brahim Diaz mengirimkan umpan terobosan akurat yang berhasil dimanfaatkan Ismael Saibari.
Penyerang PSV Eindhoven itu lolos dari pengawalan bek Skotlandia sebelum melepaskan tembakan keras dari sisi kanan kotak penalti. Bola meluncur deras ke tiang jauh dan gagal dijangkau kiper Angus Gunn.
Gol yang tercipta pada menit 1:10 tersebut menjadi gol tercepat di Piala Dunia 2026 hingga saat ini.
Pengamat ESPN, Tom Hamilton, menilai Skotlandia gagal mengantisipasi ancaman yang dibawa Saibari sejak awal pertandingan.
“Morocco should already be a couple of goals up. Saibari is having the freedom of Boston so far and Scotland must get a handle on him,” kata Hamilton dalam laporan langsung dari Foxborough.
Gol cepat tersebut membuat Maroko semakin percaya diri mengembangkan permainan dan menguasai jalannya laga.
Maroko Dominasi Permainan
Setelah unggul lebih dulu, pasukan Mohamed Ouahbi terus menekan pertahanan Skotlandia melalui kombinasi permainan cepat dan pressing tinggi.
Achraf Hakimi, Bilal El Khannouss, serta Brahim Diaz beberapa kali menciptakan ancaman berbahaya di area pertahanan lawan. Pada menit ke-10, Maroko hampir menggandakan keunggulan ketika Ounahi berhasil merebut bola di area tinggi sebelum mengirimkan umpan berbahaya ke depan gawang.
Tekanan beruntun membuat Skotlandia kesulitan mengembangkan permainan. Bahkan hingga pertengahan babak pertama, Tartan Army lebih banyak bertahan untuk meredam agresivitas Singa Atlas.
Menurut laporan ESPN, Maroko mendominasi penguasaan bola dan terus memaksa Skotlandia melakukan kesalahan saat membangun serangan dari belakang.
Skotlandia Bangkit di Akhir Pertandingan
Meski tertekan sepanjang babak pertama, Skotlandia perlahan mulai menemukan ritme permainan menjelang turun minum.
Peluang terbaik mereka hadir melalui John McGinn yang menerima umpan silang Andy Robertson. Namun upaya tersebut masih melebar dari sasaran.
Pada babak kedua, Steve Clarke mencoba meningkatkan daya serang timnya melalui sejumlah pergantian pemain. Ryan Christie, Lyndon Dykes, hingga Kenny McLean dimasukkan untuk menambah kreativitas dan kekuatan serangan.
Skotlandia sempat melancarkan tekanan pada 15 menit terakhir pertandingan. Scott McTominay bahkan mengajukan protes keras kepada wasit setelah terjatuh di kotak penalti akibat kontak dengan pemain Maroko pada menit ke-81.
Namun wasit Ilgiz Tantashev memutuskan tidak memberikan penalti dan pertandingan tetap dilanjutkan.
Peluang demi peluang terus diciptakan Skotlandia hingga masa tambahan waktu, termasuk sundulan Dykes dan tembakan McTominay yang sempat berbelok ke sisi jaring. Namun tidak satu pun mampu menembus pertahanan kokoh Maroko yang dikawal kiper Yassine Bounou.
Saibari Hampir Tambah Gol
Selain mencetak gol kemenangan, Saibari juga menjadi pemain paling berbahaya di kubu Maroko sepanjang pertandingan.
Pada menit ke-52, pemain berusia 25 tahun itu nyaris mencetak gol kedua setelah menerima umpan matang di dalam kotak penalti. Namun tembakannya membentur mistar gawang dan gagal mengubah skor.
Data ESPN Global Research mencatat Saibari menjadi pemain Afrika kedua yang berhasil mencetak gol dalam dua penampilan pertamanya di Piala Dunia, menyamai catatan yang sebelumnya dibuat Mohamed Salah bersama Mesir.
Penampilan impresif tersebut semakin mempertegas peran penting Saibari dalam skuad Maroko di ajang Piala Dunia 2026.
Maroko Kuasai Puncak Grup C
Kemenangan atas Skotlandia menjadi hasil yang sangat berharga bagi Maroko dalam persaingan Grup C.
Selain mengamankan tiga poin, Singa Atlas juga menunjukkan kualitas permainan yang solid baik dalam bertahan maupun menyerang. Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Maroko dengan 61 persen penguasaan bola dan 12 tembakan, berbanding enam milik Skotlandia.
Pelatih Mohamed Ouahbi berhasil membawa timnya tampil disiplin dan efektif dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Sementara itu, Skotlandia masih memiliki kesempatan untuk lolos ke fase gugur meski harus menghadapi tantangan berat pada laga terakhir melawan Brasil.
Dengan tambahan tiga poin dari hasil Maroko vs Skotlandia ini, Singa Atlas kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Maroko tetap menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.





















