Headline.co.id, Pontianak ~ Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) mengirimkan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kalimantan Barat untuk berpartisipasi dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo. Keikutsertaan kontingen ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian, memperluas jejaring kemitraan nasional, serta mendorong pengembangan inovasi dan daya saing sektor pertanian Kalimantan Barat. Acara pelepasan kontingen berlangsung di Aula Dinas TPH Provinsi Kalimantan Barat pada Selasa, 16 Juni 2026.
Kontingen ini terdiri dari peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, termasuk pengurus KTNA Provinsi serta KTNA Kabupaten/Kota. Secara keseluruhan, kontingen yang akan mewakili Kalimantan Barat berjumlah 34 orang, terdiri dari 20 peserta utama, 6 peserta pendamping, 5 peserta peninjau, dan 3 pejabat daerah. Pelepasan kontingen dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Herti Herawati.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas TPH Kalbar menyatakan bahwa PENAS merupakan ajang strategis untuk mempererat jejaring kerja sama dan pertukaran informasi antar pelaku utama dan pelaku usaha di sektor pertanian, perikanan, kehutanan, serta penyuluhan dari seluruh Indonesia. Menurutnya, keikutsertaan dalam PENAS tidak hanya menjadi sarana untuk menambah wawasan dan pengalaman, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperkenalkan berbagai komoditas unggulan Kalimantan Barat kepada peserta dari daerah lain.
Selain itu, peserta diharapkan dapat mengembangkan kapasitas diri dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis pertanian. “Peserta diharapkan dapat berperan dalam pengembangan orange economy atau ekonomi kreatif. Pengembangan ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Kuliner dan pariwisata menjadi pintu gerbang yang potensial dalam pengembangan ekonomi kreatif tersebut,” ujarnya.
Kadis juga menekankan pentingnya menjaga koordinasi, kekompakan, dan kebersamaan selama mengikuti kegiatan PENAS. Ia berharap KTNA dapat terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Kalimantan Barat. PENAS Petani Nelayan merupakan agenda nasional yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali sebagai wadah pembelajaran, pengembangan usaha agribisnis, kemitraan, dan penguatan kelembagaan petani dan nelayan. Berdasarkan hasil Rembug Utama KTNA Nasional pada PENAS XVI Tahun 2023 di Padang, Sumatera Barat, telah disepakati bahwa Provinsi Gorontalo menjadi tuan rumah penyelenggaraan PENAS XVII Tahun 2026.
Dalam pelaksanaannya, peserta utama akan ditempatkan di homestay yang telah disiapkan oleh Panitia PENAS Daerah Gorontalo dan berlokasi dekat dengan area kegiatan. Berbagai agenda penting akan diikuti oleh kontingen Kalimantan Barat, di antaranya Rembug Utama dan Rembug Daerah, yang menjadi forum strategis dalam merumuskan berbagai rekomendasi pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Seluruh kontingen dijadwalkan berangkat menuju Gorontalo pada sore hari tanggal 16 Juni 2026. Diharapkan keikutsertaan Kontingen KTNA Kalimantan Barat pada PENAS XVII Tahun 2026 dapat memberikan manfaat yang besar, memperluas jejaring kerja sama, serta membawa berbagai inovasi dan pengalaman baru yang dapat diterapkan untuk kemajuan sektor pertanian di Kalimantan Barat. (Kalbarprov/Erwansyah)





















