Headline.co.id, Pemerintah Kota Pontianak ~ melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) SP4N-LAPOR! pada Kamis, 18 Juni 2026. Acara ini berlangsung di Ruang Studio Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat kapasitas pengelola pengaduan agar dapat memberikan respons yang cepat, tepat, dan solutif terhadap setiap laporan masyarakat.
Vivi Salmiarni, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Diskominfo Kota Pontianak, menyatakan bahwa setiap aduan yang disampaikan oleh masyarakat merupakan bentuk harapan agar pemerintah hadir memberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. “Masyarakat menyampaikan keluhan atau pengaduan karena mereka ingin didengar, ingin mendapatkan respon, dan berharap ada tindak lanjut ataupun solusi dari masalah yang sedang mereka hadapi,” ujarnya.
Vivi menekankan pentingnya peran pengelola pengaduan, mengingat sebagian besar laporan yang masuk berawal dari persoalan sehari-hari, seperti pelayanan administrasi, kebersihan lingkungan, hingga persoalan infrastruktur dan sosial kemasyarakatan. Ia menjelaskan bahwa respons yang cepat, ramah, dan disertai koordinasi yang baik antarinstansi dapat mencegah sebuah persoalan berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Sebaliknya, keterlambatan dalam menindaklanjuti laporan berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Ketika admin atau pengelola pengaduan cepat merespon, aktif berkoordinasi, dan memberikan tanggapan yang baik, maka laporan yang masuk tidak akan menumpuk menjadi masalah besar. Kepercayaan masyarakat juga dapat terus terjaga,” katanya. Vivi juga menegaskan bahwa kanal SP4N-LAPOR! bukan sekadar aplikasi pelaporan, melainkan sarana kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan publik.
“Admin pengaduan bukan hanya operator yang menerima laporan, tetapi juga menjadi penghubung masyarakat dengan pemerintah. Karena itu dibutuhkan kecepatan respon, ketelitian, dan kepekaan dalam memahami setiap aduan yang masuk,” ungkapnya. Ia berharap setelah mengikuti bimtek, para pengelola SP4N-LAPOR! semakin percaya diri dalam mengelola pengaduan masyarakat serta mampu memperkuat koordinasi kelurahan, kecamatan, perangkat daerah, dan instansi terkait.
“Kami ingin pelayanan pengaduan publik benar-benar menjadi sarana penyelesaian masalah, bukan sekadar formalitas administrasi. Pengalaman dan praktik baik yang dimiliki setiap pengelola pengaduan juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta lainnya,” tutup Vivi. (kominfo/Rezqy Septy Yoza)





















