Headline.co.id, Kota Jantho ~ Sebanyak 2 ton pupuk non-subsidi diserahkan kepada petani di Kabupaten Aceh Besar dalam acara Rembuk Tani yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Bantuan tersebut berasal dari PT Pupuk Indonesia (Persero) dan terdiri dari 1 ton pupuk Nitrea serta 1 ton pupuk Phonska Plus. Penyerahan dilakukan di hadapan sekitar 300 petani yang berpartisipasi dalam kegiatan Rembuk Tani di Aceh Besar.
Pemerintah berharap bantuan pupuk non-subsidi ini dapat membantu petani dalam meningkatkan hasil produksi, sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan kebutuhan pupuk petani terpenuhi dan distribusinya tepat waktu. “Kami terus memantau agar distribusi pupuk berjalan lancar,” kata Zulhas, Sabtu (13/6/2026).
Hingga 12 Juni 2026, stok pupuk nasional mencapai 1,15 juta ton, terdiri dari 831.297 ton pupuk subsidi dan sisanya pupuk non-subsidi. Pemerintah telah menetapkan alokasi pupuk subsidi nasional tahun 2026 sebesar 9,8 juta ton, dengan 9,55 juta ton untuk sektor pertanian dan sekitar 295 ribu ton untuk budidaya perikanan.
PT Pupuk Indonesia telah menyalurkan 4.374.633 ton pupuk subsidi hingga 11 Juni 2026, atau sekitar 44,4 persen dari total alokasi nasional. Dengan kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun, perusahaan ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan pupuk di seluruh Indonesia.
Untuk Kabupaten Aceh Besar, alokasi pupuk subsidi tahun 2026 ditetapkan sebesar 22.472 ton. Hingga 11 Juni, realisasi penyaluran mencapai 9.361 ton atau sekitar 42 persen, dengan sisa stok pupuk di lapangan sebanyak 776 ton.
Zulkifli Hasan menyatakan bahwa dirinya mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pemantauan rutin ke berbagai daerah guna memastikan program strategis di sektor pangan berjalan baik. Pemantauan ini mencakup stabilitas harga gabah di tingkat petani, kelancaran distribusi pupuk, perkembangan Koperasi Desa Merah Putih, hingga pembangunan infrastruktur irigasi dan rehabilitasi sawah pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengajak para petani untuk memanfaatkan berbagai dukungan pemerintah, termasuk subsidi dan jaminan ketersediaan pupuk, guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Menurutnya, sektor pertanian saat ini memiliki prospek menjanjikan karena tingginya kebutuhan pasar terhadap berbagai komoditas pangan. “Dukungan pupuk dan kepastian stok diharapkan dapat meningkatkan semangat petani,” katanya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan dan mempercepat tercapainya target swasembada pangan nasional.




















