Headline.co.id, Polda Aceh Melaksanakan Program Penanaman Jagung Bersama Komunitas Petani Muda Milenial Di Kabupaten Pidie ~ tepatnya di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga. Kegiatan ini dipimpin oleh Wakapolda Aceh, Ari Wahyu Widodo, yang mewakili Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah. Program ini merupakan bagian dari dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian yang melibatkan generasi muda.
Dalam amanat yang disampaikan oleh Wakapolda Aceh, disebutkan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, dan ancaman krisis pangan yang dapat memengaruhi stabilitas negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.
Wakapolda Aceh menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan. Menurutnya, negara yang kuat adalah negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara mandiri dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan peluncuran penanaman jagung di lahan seluas sekitar 40 hektare di Kecamatan Simpang Tiga. Lahan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra produksi jagung yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Polda Aceh juga memberikan apresiasi kepada komunitas petani muda milenial Kabupaten Pidie yang telah berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan. Keterlibatan generasi muda di sektor pertanian dinilai menjadi harapan baru dalam mewujudkan pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan di Aceh. “Petani muda harus menjadi agen perubahan, penggerak pembangunan desa, sekaligus pelopor kebangkitan sektor pertanian di Aceh. Dengan semangat inovasi dan pemanfaatan teknologi, sektor pertanian akan semakin produktif dan mampu bersaing,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, Wakapolda Aceh bersama Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, Ira Marzuki, dan para pejabat utama Polda Aceh menyerahkan bantuan secara simbolis berupa bibit jagung, pupuk, dan ecoenzyme kepada kelompok tani.






















