Headline.co.id, Jakarta ~ NTT. Sebuah video yang menampilkan kasih sayang seorang ayah kepada anaknya menjadi viral di media sosial TikTok, menarik perhatian banyak orang. Dalam video tersebut, Yanto Tefi, seorang ayah dari Desa Lanu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), terlihat mengoleskan arang bekas pembakaran ke kaki anaknya agar tampak seperti mengenakan kaos kaki sebelum berangkat ke sekolah. Video ini menggambarkan perjuangan keluarga sederhana dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.
Kisah tersebut sampai ke telinga Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., yang kemudian memberikan perhatian dan bantuan melalui Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, S.H., S.I.K., M.H. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda, Polres TTS melalui jajaran Polsek Amanatun Selatan mendatangi rumah keluarga Yanto Tefi untuk menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada Marciano Tefi, siswa yang menjadi sorotan publik melalui video viral tersebut.
Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen menyatakan bahwa perhatian yang diberikan merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi meskipun berada dalam keterbatasan. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak seperti Marciano tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar AKBP Hendra Dorizen.
Bantuan yang diberikan berupa satu paket perlengkapan sekolah lengkap, termasuk tas sekolah, seragam, sepatu, kaos kaki, topi, dasi, ikat pinggang, dan alat tulis. Menurut Kapolres, bantuan ini merupakan bagian dari program Polri Peduli Pendidikan yang bertujuan membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan dengan baik. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan memotivasi Marciano untuk terus berprestasi,” katanya.
Saat bantuan diserahkan, suasana haru menyelimuti keluarga kecil tersebut. Marciano, yang selama ini menjadi perhatian publik, tampak bahagia menerima perlengkapan sekolah baru yang selama ini mungkin hanya menjadi harapan sederhana baginya. Kapolres TTS menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu warga yang membutuhkan. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa Polri selalu siap membantu, terutama dalam hal pendidikan,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pendidikan anak-anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, jika terdapat siswa yang membutuhkan bantuan, masyarakat dapat berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, pihak sekolah, maupun pemerintah desa agar dapat didata dan dicarikan solusi bersama. “Kami berharap masyarakat dapat lebih proaktif dalam melaporkan kasus serupa agar dapat segera ditangani,” tambah AKBP Hendra Dorizen.
Kisah Marciano Tefi menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan sering kali lahir keteguhan dan harapan yang luar biasa. Dari sepasang kaki yang dihitamkan dengan arang agar menyerupai kaos kaki, tersimpan pesan tentang perjuangan orang tua demi pendidikan anaknya. Melalui kepedulian berbagai pihak, termasuk Polri, harapan itu kini mendapat dukungan baru. “Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi Marciano untuk terus melangkah mengejar masa depannya,” pungkas Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen.





















