Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah ~ Aceh, telah memastikan kesiapan untuk menyelenggarakan Pemilihan Reje Serentak 2026 yang akan berlangsung di 135 kampung pada Sabtu, 6 Juni 2026. Sebanyak 61.934 pemilih telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk memilih pemimpin kampung di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Bener Meriah, melalui Kepala Bidang Pemerintahan, Lembaga Kemasyarakatan, Mukim dan Kampung, Sastrawani, menjelaskan bahwa Pemilihan Reje Serentak awalnya dijadwalkan pada Desember 2025. Namun, pelaksanaannya ditunda karena bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Sebanyak 135 kampung yang mengikuti pemilihan tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Kecamatan Pintu Rime Gayo dengan 17 kampung, Gajah Putih 5 kampung, Timang Gajah 8 kampung, Wih Pesam 25 kampung, Bukit 18 kampung, Bandar 17 kampung, Permata 19 kampung, Mesidah 7 kampung, dan Syiah Utama 8 kampung.
Sastrawani menyebutkan bahwa pesta demokrasi tingkat kampung ini akan melibatkan 355 calon reje yang akan berkompetisi di 143 Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Terkait kesiapan logistik, kebutuhan utama seperti surat suara, kotak suara, segel, dan bilik suara telah dipersiapkan oleh Panitia Kecamatan dan Panitia Pemilihan Reje Kampung sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Pelaksanaan Pemilihan Reje Serentak ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, serta Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Keuchik di Aceh. Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kampung yang melaksanakan pemilihan.
Menurut Sastrawani, Pemilihan Reje Serentak menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin terbaik yang mampu membawa kemajuan, kesejahteraan, dan keberlanjutan pembangunan di kampung masing-masing. Sementara itu, Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar mengajak seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak konstitusionalnya secara bertanggung jawab dengan datang ke TPS dan memberikan suara secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Bupati juga mengingatkan seluruh pihak untuk menolak politik uang, tidak melakukan intimidasi, menjaga netralitas aparatur sipil negara, TNI, dan Polri, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung. Selain itu, masyarakat diminta mengedepankan nilai-nilai musyawarah, persaudaraan, dan budaya Gayo dalam menyikapi dinamika politik, serta tidak mudah terpengaruh hoaks, ujaran kebencian, maupun informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Pemilihan Reje merupakan pesta demokrasi masyarakat kampung yang harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bener Meriah, khususnya di 135 kampung yang akan melaksanakan pemilihan, untuk menggunakan hak pilih dengan baik, menolak politik uang, menjaga persatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat,” ujar Tagore.
Ia menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya harus dihormati dan didukung bersama demi kemajuan kampung dan Kabupaten Bener Meriah secara keseluruhan. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama Forkopimda, panitia pemilihan, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen mendukung terselenggaranya Pemilihan Reje Serentak Tahun 2026 yang aman, tertib, damai, demokratis, dan bermartabat.





















