Ratusan Penumpang dari Bali Padati Pelabuhan ASDP Ketapang

  • Whatsapp
PT. ASDP mutuskan untuk menutup dermaga Landing Craft Machine (LCM), Pelabuhan Ketapang.
PT. ASDP mutuskan untuk menutup dermaga Landing Craft Machine (LCM), Pelabuhan Ketapang.

HeadLine.co.id (Banyuwangi) – Ratusan penumpang yang didominasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki mulai berdatangan dari Bali memenuhi pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi. Para penumpang tersebut mengaku bahwa mereka bukanlah pemudik. Mereka mengaku pulang kampung karena di Bali sudah tidak ada pekerjaan. Hal itu diungkapkan oleh sah satu penumpang yakni Haris.

“Kami tidak mudik. Kami pulang kampung. Karena di Bali sudah tidak ada pekerjaan lagi,” ujarnya pada Minggu (3/5).

Read More

Baca juga: Wanita Positif Corona Kabur dari RSU Soetomo Surabaya Merupakan Perawat

Ia mengatakan sudah mengantre selama 6 jam untuk menunggu loket penyeberangan dibuka. Bahkan, menurutnya ada beberapa penumpang yang sudah dua hari tidur di pelabuhan Gilimanuk untuk meminta supaya diseberangkan. Seperti yang telah diberitakan, sejak tanggal 1 Mei 2020 lalu, loket penumpang dan kendaraan pribadi serta bus ditutup.

Baca juga: Setelah Ojol, Angkot di Seluruh Indonesia Dapat Diskon BBM 50% Hingga 31 Juli 2020

Senada dengan Haris, penumpang lain bernama Usman mengaku memaksa pihak ASDP untuk menyebrangkan para penumpang yang ingin pulang kampung.

Pihak pelabuhan Gilimanuk pun terpaksa membuka loket bagi penumpang karena mendapat desakan dari ratusan pemudik yang terus berdatangan di pelabuhan. Mereka juga sempat memblokade pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk hingga membuat truk pengangkut logistik tidak bisa masuk pelabuhan.

Baca juga: Satgas Binmas Operasi Aman Nusa II 2020 Polda DIY Lakukan Giat Sambang Silaturahmi di 4 Wilayah

“Kita terpaksa lakukan itu karena kita ingin pulang kampung. Bukan mudik,” jelas Usman.

Setelah turun dari kapal, ratusan pemotor dan pejalan kaki ini langsung diarahkan menuju pemeriksaan kesehatan yang ada di pintu keluar Pelabuhan ASDP Ketapang. Terlihat antrean kendaraan dan penumpang pejalan kaki pun terjadi tanpa mempedulikan anjuran pemerintah untuk selalu menjaga jarak fisik, physical distancing. Seluruh penumpang yang tiba di pos kesehatan langsung dicek suhu tubuhnya. Khusus pemudik dari asal Banyuwangi, mereka didata satu per satu identitasnya dan diimbau melakukan isolasi mandiri setiba di kampung halamannya.

Baca juga: Kemenristek lakukan Uji Jahe Merah, Jambu Biji, Minyak Kelapa Hingga Pil Kina untuk COVID-19

Sementara itu jumlah kendaraan dari Pulau Jawa menuju Bali terpantau sepi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Pembatasan kendaraan di Pelabuhan Ketapang tetap dijalankan sesuai prosedur yakni hanya memperbolehkan kendaraan pengangkut logistik dan medis saja yang boleh menyeberang ke Pulau Bali.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *