Headline.co.id, Kepulauan Meranti ~ Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengintensifkan kerja sama lintas sektor dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Rembuk Stunting Kabupaten Kepulauan Meranti 2026 yang dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, di Ruang Rapat Orchard Lantai II Bappedalitbang Kabupaten Kepulauan Meranti pada Selasa (12/5/2026). Acara ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Kepulauan Meranti Unggul, Agamis, Sejahtera Menuju Generasi Emas 2045” dan dihadiri oleh sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), stakeholder lintas sektor, serta unsur terkait lainnya.
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Kepulauan Meranti, Abu Hanifah, dalam laporannya menyatakan bahwa Rembuk Stunting merupakan bagian dari aksi konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2026. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang penyusunan rencana kerja untuk tahun 2027. Abu Hanifah menjelaskan bahwa percepatan penurunan stunting di daerah tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 yang mengatur strategi nasional, penyelenggaraan, koordinasi, pemantauan, evaluasi, pelaporan, hingga pendanaan program penanganan stunting.
“Semoga kegiatan ini diberkahi Allah SWT dan diberikan kemudahan dalam mencapai tujuan bersama untuk mencegah serta menurunkan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujar Abu Hanifah.
Wakil Bupati Muzamil Baharudin menegaskan bahwa pembangunan manusia merupakan faktor paling penting dalam kemajuan daerah, selain pembangunan infrastruktur. “Yang lebih penting adalah pembangunan manusia. Jalan dan jembatan yang baik tidak akan berarti apabila tidak diiringi pembangunan manusia yang baik,” kata Muzamil. Ia menilai bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan daya saing generasi muda di masa depan.
“Generasi muda hari ini adalah gambaran Meranti di masa depan. Kalau mereka kekurangan gizi, maka pemimpin kita ke depan juga akan lemah. Jika pendidikan mereka tidak baik, maka kualitas kepemimpinan masa depan juga akan terdampak,” ujarnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berkonsentrasi penuh melalui berbagai program strategis dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045.
Menurut Muzamil, pelaksanaan rembuk stunting menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan hingga elemen masyarakat. “Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Harus melibatkan seluruh stakeholder dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi demi menciptakan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa mendatang.




















