Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama Bank Indonesia (BI) dan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) mengadakan konferensi pers dan seremonial pemusnahan uang palsu di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026). Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan melindungi masyarakat dari peredaran uang palsu.
Irjen Pol. Nunung Syaifuddin menyatakan bahwa Polri berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan mata uang, mulai dari pembuatan hingga peredaran uang palsu. Ia mengungkapkan bahwa rasio temuan uang palsu menurun dari 4 ppm pada tahun 2025 menjadi 1 ppm pada April 2026. Sepanjang periode 2025 hingga 2026, Bareskrim Polri berhasil mengungkap 252 laporan polisi terkait kejahatan uang palsu dengan 1.241 tersangka. Dari pengungkapan tersebut, diamankan 137.005 lembar uang rupiah palsu dan 17.267 lembar uang dolar palsu.
Menurut Irjen Pol. Nunung, peredaran uang palsu tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas perekonomian nasional dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap rupiah. Pada acara tersebut, uang rupiah palsu yang dimusnahkan mencapai 466.535 lembar berbagai pecahan. Barang bukti ini merupakan hasil temuan perbankan melalui Bank Indonesia sejak 2017 hingga November 2025, yang kemudian diserahkan kepada Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.
Pemusnahan dilakukan menggunakan mesin pencacah setelah memperoleh izin dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui Penetapan Nomor 01/PNBid/2026/PN Jakarta Pusat tertanggal 23 Januari 2026. Dengan demikian, uang tersebut tidak lagi menyerupai bentuk aslinya dan dipastikan tidak dapat beredar kembali di masyarakat. Irjen Pol. Nunung juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam menerima uang tunai dan segera melapor kepada aparat penegak hukum jika menemukan atau mencurigai adanya uang palsu.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi antarinstansi, peningkatan kualitas bahan uang, serta penguatan teknologi pengamanan rupiah yang semakin modern dan sulit dipalsukan. Ia menambahkan bahwa kualitas uang rupiah Indonesia telah diakui secara internasional, dengan seri uang emisi 2022 meraih penghargaan Best New Banknote Series pada IACA Currency Award 2023. Pecahan Rp50.000 emisi 2022 juga menempati peringkat kedua dunia sebagai uang kertas paling aman dan sulit dipalsukan pada November 2024.
Melalui kegiatan pemusnahan ini, Bareskrim Polri bersama Bank Indonesia dan Botasupal berharap masyarakat semakin waspada terhadap peredaran uang palsu dan aktif melaporkan jika menemukan indikasi uang yang diragukan keasliannya kepada pihak berwenang.





















