Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mulai menyelaraskan arah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan pembinaan atlet nasional dengan target Indonesia masuk lima besar Olimpiade 2044. Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir pada Rabu (1/7/2026) menegaskan komitmen ini.
Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, menyatakan bahwa PON 2028 akan mengacu pada Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan peningkatan prestasi olahraga sebagai prioritas pembangunan nasional. “Cabang olahraga yang dipertandingkan akan disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan atlet menuju ajang internasional,” ujar Marciano.
Marciano juga menjelaskan bahwa sejak tahap perencanaan, pemerintah menekankan efisiensi anggaran. Pendanaan penyelenggaraan akan lebih banyak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga tidak membebani anggaran pemerintah pusat. “Pemerintah daerah memerlukan dasar hukum berupa Surat Keputusan (SK) Menteri Pemuda dan Olahraga sebagai landasan memulai renovasi maupun pembangunan fasilitas olahraga,” katanya.
Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa penyelenggaraan PON XXII tidak hanya berorientasi pada sukses pelaksanaan pertandingan, tetapi juga pada tata kelola yang transparan dan akuntabel. Untuk itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga membentuk tim koordinasi yang melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan Agung, kementerian dan lembaga terkait, serta TNI dan Polri guna mengawal seluruh tahapan penyelenggaraan. “Keterlibatan aparat pengawasan sejak awal bertujuan memastikan seluruh proses pembangunan sarana, penggunaan anggaran, hingga pelaksanaan PON berjalan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.
PON XXII diharapkan menjadi momentum penting karena merupakan penyelenggaraan pertama pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berkomitmen menjadikan ajang tersebut sebagai contoh penyelenggaraan olahraga nasional yang efektif, efisien, dan akuntabel. Selain menjadi arena kompetisi nasional, PON XXII diharapkan memperkuat sistem pembinaan atlet berbasis Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), menghasilkan atlet berprestasi internasional, serta memastikan fasilitas olahraga yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan setelah pesta olahraga berakhir. Langkah ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia, peningkatan prestasi olahraga nasional, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan bertanggung jawab.






















