Headline.co.id, Palembang ~ Polda Sumatera Selatan memperkuat strategi pemberantasan peredaran gelap narkotika melalui forum Coffee Morning strategis yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho pada Senin, 10 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Transit Lantai I Gedung Presisi Mapolda Sumsel itu diikuti seluruh pejabat utama Polda Sumsel sebagai langkah evaluasi dan sinkronisasi kebijakan penanganan narkotika. Penguatan dilakukan untuk mendukung program prioritas Kapolri sekaligus agenda nasional penyelamatan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Melalui forum tersebut, Polda Sumsel menekankan pentingnya penanganan narkotika yang profesional, terukur, dan berbasis intelijen guna menghadapi jaringan narkoba yang semakin kompleks dan lintas wilayah.
Dalam forum internal tersebut, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menjadi fokus pembahasan sebagai garda utama Polri dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa ancaman narkotika tidak hanya berkaitan dengan tindak kriminal, tetapi juga berdampak besar terhadap masa depan generasi muda dan ketahanan nasional.
“Fungsi Direktorat Reserse Narkoba adalah garda terdepan dalam menyelamatkan generasi bangsa. Saya instruksikan seluruh jajaran agar tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga memperkuat intelijen dasar, pemetaan jaringan, serta kolaborasi lintas fungsi guna memutus rantai pasokan narkotika secara permanen,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.
Menurutnya, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan karena dampaknya berpengaruh terhadap stabilitas keamanan, produktivitas masyarakat, hingga kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan jajaran Ditresnarkoba Polda Sumsel. Langkah tersebut meliputi pemetaan jaringan narkotika, penguatan deteksi dini, hingga inovasi pencegahan yang dikembangkan untuk menghadapi pola peredaran narkoba yang terus berkembang.
Penguatan strategi itu juga mendapat dukungan dari Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana yang menekankan pentingnya sinergi lintas fungsi dalam mendukung efektivitas pemberantasan narkotika di seluruh wilayah hukum Sumatera Selatan.
Selain menitikberatkan pada penindakan hukum terhadap jaringan pengedar, Polda Sumsel juga memperkuat pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi masyarakat, penguatan intelijen dasar, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan elemen pendidikan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa penguatan internal tersebut merupakan implementasi program Presisi Polri yang mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam penegakan hukum.
“Polda Sumsel berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba demi menjaga stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan. Penguatan internal seperti ini penting agar seluruh personel memiliki visi dan langkah yang sama dalam menghadapi ancaman narkotika yang terus berkembang,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Melalui forum strategis tersebut, Polda Sumsel memastikan upaya pemberantasan narkotika akan terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Penguatan koordinasi internal dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan masyarakat sekaligus melindungi masa depan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.























