Headline.co.id, Bojonegoro ~ Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro kembali mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat dengan total omzet penjualan mencapai Rp51,54 juta.
Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyatakan bahwa tingginya transaksi penjualan menunjukkan masyarakat memanfaatkan program ini untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. “Alhamdulillah, antusiasme warga Purwosari sangat luar biasa. Capaian omzet lebih dari Rp51 juta ini menunjukkan bahwa masyarakat benar-benar memanfaatkan momentum ini untuk memenuhi kebutuhan dapur dengan harga yang lebih hemat,” ujar Zaenal Fanani di sela kegiatan.
Dalam pelaksanaan GPM, beras SPHP menjadi produk yang paling diminati masyarakat. Sebanyak 2.000 kilogram beras habis terjual dalam waktu singkat. Selain beras, sejumlah bahan pokok lain juga mencatat penjualan tinggi, seperti minyak goreng, telur ayam ras, bawang merah, dan bawang putih.
Berdasarkan data penjualan, kategori bahan pokok menyumbang transaksi terbesar dengan nilai mencapai Rp47.897.000. Sementara itu, produk lain seperti kebutuhan rumah tangga, mi instan, hingga produk olahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatat penjualan sebesar Rp3.644.500.
Zaenal menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM dan petani lokal. “Fokus kami bukan hanya pada stabilisasi harga beras atau minyak saja, tapi juga memberikan ruang bagi produk UMKM dan komoditas hortikultura segar seperti aneka cabai dan tomat langsung dari petani. Ini adalah bentuk sinergi untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah guna menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar.





















