Headline.co.id, Banda Aceh ~ Peningkatan literasi nasional melalui penyediaan buku berkualitas mulai menunjukkan hasil positif di sekolah-sekolah. Di SDN 54 Banda Aceh, perpustakaan yang sebelumnya sepi kini ramai dikunjungi murid yang bersemangat membaca, berkat hadirnya koleksi buku yang lebih menarik dan sesuai dengan usia mereka.
Program bantuan buku dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), berperan penting dalam menghidupkan budaya membaca di sekolah. Peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan buku-buku tersebut dimanfaatkan secara optimal dan memperkuat implementasi program literasi.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa buku bacaan berkualitas memiliki peran strategis dalam menumbuhkan minat baca sejak dini. “Buku bacaan bermutu tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga membentuk kebiasaan gemar belajar sebagai bagian dari profil Anak Indonesia Hebat,” ujar Hafidz dalam keterangan tertulis yang diterima , Rabu (29/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Badan Bahasa juga menambah koleksi buku untuk Perpustakaan Cerdas Ceria milik sekolah. Penambahan ini diharapkan dapat memperkaya ragam bacaan dan memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan inklusif.
Dampak program ini terlihat jelas dari respons murid. Mereka berbondong-bondong mendatangi rak buku, membuka halaman demi halaman dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Buku bergambar dengan warna menarik menjadi daya tarik utama yang mendorong anak untuk membaca secara mandiri.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Umar Solikhan, menyebut SDN 54 Banda Aceh sebagai contoh praktik baik dalam pemanfaatan bahan bacaan, baik dalam pembelajaran maupun aktivitas literasi harian. “Kami melihat integrasi buku bacaan dengan kegiatan belajar sudah berjalan baik. Ini bisa menjadi model bagi sekolah lain dalam mengembangkan budaya literasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SDN 54 Banda Aceh, Teuku Muthalla, menyampaikan bahwa kehadiran buku bacaan bermutu berdampak langsung pada peningkatan kunjungan perpustakaan. “Anak-anak kini lebih sering datang ke perpustakaan. Buku-buku yang menarik membuat mereka betah membaca dan menjadikan kegiatan ini sebagai kebiasaan,” katanya.
Penguatan literasi melalui akses buku berkualitas, didukung peran aktif guru dan orang tua, menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat. Ke depan, program ini diharapkan terus diperluas agar semakin banyak sekolah di berbagai daerah merasakan manfaat serupa dalam membangun budaya baca yang kuat.





















