Headline.co.id, Depok ~ Universitas Indonesia (UI) memperkuat posisinya di kancah pendidikan tinggi global dengan menjalin kerja sama strategis bersama Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) dan Chinese University of Hong Kong (CUHK). Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan riset bersama di bidang kesehatan strategis, terutama terkait penyakit tropis dan teknologi perangkat medis.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai program konkret, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, penyusunan proposal riset kolaboratif, serta pengembangan program double degree. Langkah ini merupakan bagian dari strategi UI untuk meningkatkan daya saing global sekaligus memperluas kontribusi riset terhadap tantangan kesehatan dunia.
Rektor UI, Heri Hermansyah, menegaskan bahwa penguatan jejaring internasional adalah kunci dalam menghasilkan riset yang berdampak luas. “Pengalaman UI dalam kolaborasi internasional menunjukkan bahwa sinergi lintas negara mampu menghasilkan riset berkualitas tinggi dan berdaya guna. Kami optimistis kemitraan ini akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa, dosen, serta peneliti untuk berkembang di ekosistem global,” ujar Heri dalam keterangan tertulis yang diterima , Senin (27/4/2026).
Sebelumnya, UI telah menunjukkan kapasitasnya dalam riset berskala internasional melalui kolaborasi dengan University of Oxford dalam uji klinis vaksin tuberkulosis. Proyek tersebut berhasil memperoleh pendanaan hingga 20 juta dolar AS dari Bill & Melinda Gates Foundation, menjadi bukti pengakuan global terhadap kualitas riset UI.
Secara global, posisi UI yang kini berada di peringkat 189 dunia versi QS World University Rankings menunjukkan tren peningkatan daya saing. Sementara itu, HKUST dan CUHK yang masuk dalam jajaran 50 besar dunia melihat Indonesia sebagai mitra strategis, khususnya dalam memperluas jejaring riset dan pengalaman akademik di kawasan Asia Tenggara.
HKUST dikenal sebagai universitas riset modern dengan kekuatan pada bidang sains, teknologi, dan inovasi industri. Adapun CUHK memiliki keunggulan pada riset biomedis dan kecerdasan buatan, dengan pendekatan pendidikan bilingual yang menjadi nilai tambah dalam kolaborasi internasional.
Kesamaan visi ketiga institusi ini tercermin dalam penjajakan program joint degree dan double degree melalui skema 3+1 maupun 4+0. Skema tersebut memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan lintas negara dan memperoleh gelar dari dua universitas sekaligus, sehingga meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global.
Lebih dari sekadar mobilitas akademik, kolaborasi ini menegaskan pergeseran paradigma pendidikan tinggi dari kompetisi menuju kolaborasi. UI memposisikan diri sebagai penghubung Indonesia dan komunitas global dalam menjawab tantangan kesehatan, termasuk isu penyakit tropis yang menjadi perhatian kawasan.
Melalui kemitraan ini, UI tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga memperkuat peran strategisnya dalam menghadirkan solusi berbasis riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat global.






















