Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Gorontalo. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Sabtu, 25 April 2026. Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan medis spesialistik bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Andriyanto Abdussamad, dan Ketua PAPDI Cabang Gorontalo, Taufik Ramadhan Biya. Acara ini juga disaksikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PAPDI, Eka Ginanjar, serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo, Isman Jusuf.
Andriyanto Abdussamad berharap sinergi ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program prioritas kesehatan nasional, terutama dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) yang menunjukkan tren peningkatan. “Angka kematian ibu makin meningkat. Tentu ini perlu kolaborasi, tidak hanya dari sisi Obgyn saja. Masalah hipertensi kehamilan seperti preeklamsia maupun eklamsia butuh penanganan dari dokter spesialis penyakit dalam. Mudah-mudahan ke depan rekan-rekan dari PAPDI dapat bersinergi dengan jajaran kesehatan di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat PAPDI, Eka Ginanjar, menegaskan komitmen organisasi dalam menghadirkan pelayanan spesialis yang optimal. Ia berharap kolaborasi ini dapat diperluas dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lainnya. “Tentu dengan pemerintah daerah bisa bekerja sama terus, tidak terputus dan saling memberikan manfaat. Kolaborasinya bisa diperluas dengan melibatkan stakeholder lain seperti organisasi profesi lain, rumah sakit, dan pemerintah daerah,” tegas Eka.
Sementara itu, Ketua PAPDI Cabang Gorontalo, Taufik Ramadhan Biya, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari program kerja kepengurusan periode 2025–2028. Fokus utama saat ini adalah memperkuat internal organisasi agar dapat berperan lebih aktif dalam pembangunan kesehatan daerah. “Fokus utama saya adalah membuat solid ke dalam internal dahulu, kemudian kami akan membuat program-program ke depan yang bisa membuat PAPDI berperan aktif dalam pelayanan kesehatan dan bisa berkolaboratif dengan pemerintah daerah maupun stakeholder yang lain,” kata Taufik didampingi Sekretaris Ferdiyanto Dayi.






















