Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menginstruksikan jajarannya untuk memusatkan perhatian pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi yang berpotensi terdampak fenomena El Nino Godzilla. Fenomena ini diperkirakan dapat menyebabkan kekeringan berkepanjangan. Enam provinsi tersebut adalah Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan, yang memiliki lahan gambut luas sehingga memerlukan rencana pengelolaan ekosistem gambut yang detail dan konkret.
Menteri Hanif menekankan pentingnya pemantauan tinggi muka air tanah gambut sebagai prioritas utama bagi pemerintah daerah, terutama Dinas Lingkungan Hidup setempat. Beberapa wilayah menunjukkan penurunan tinggi muka air yang signifikan, mencapai 150 cm dan 80 cm. Secara umum, kondisi gambut dianggap aman jika tinggi muka air berada di atas 40 cm dari permukaan tanah.
Selain itu, Menteri Hanif juga meminta agar penanganan karhutla difokuskan pada areal perusahaan konsesi, baik perkebunan maupun perusahaan di bidang kehutanan. “Kita harus memastikan bahwa pengelolaan di area konsesi dilakukan dengan baik untuk mencegah kebakaran,” jelasnya.
Menteri Hanif juga menginstruksikan reaktivasi kelompok masyarakat peduli api di wilayah rawan kebakaran, serta identifikasi kebutuhan pendanaan dan koordinasi lintas kementerian untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla. “Koordinasi yang baik antar lembaga sangat penting untuk keberhasilan penanganan karhutla,” ujarnya.























