Rumah Angker Menanti Para Pemudik yang Tidak Patuhi Peraturan Karantina Mandiri di Sragen

  • Whatsapp
Ilustrasi Rumah Tua Angker.
Ilustrasi Rumah Tua Angker. (Foto: Shutterstock)

HeadLine.co.id (Sragen) – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati geram melihat kelakuan para pemudik yang tidak taat aturan pemerintah terkait pencegahan dan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Baca juga: Pimpinan Laboratorium Wuhan Buka Suara Terkait Tuduhan Asal Virus Corona

Yuni bersama perangkat desa telah menyiapkan rumah kosong yang tergolong angker untuk mengisolasi warganya yang baru saja pulang dari luar kota yang menolak dikarantina.

Baca juga: Melalui Rail Express, PT KAI Siap Angkut Bahan Pangan Selama Masa PSBB

“Kita semua sudah bekerja keras untuk menanggulangi pandemi ini. Termasuk setiap para pemudik, kita terima dengan baik, lalu diminta menandatangani komitmen untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari,” ujar Yuni dikutip dari Detik.com, Senin (20/4/2020).

“Jika masih ada yang nekat, saya persilakan desa untuk melakukan langkah tegas. Kalau ada rumah kosong dan berhantu, masukkan di situ,” tandasnya.

Baca juga: Inginkan PSBB Berjalan Baik, Gubernur WH Instruksikan Tim Gabungan Tinjau Langsung ke Lapangan

Sebelumnya, diketahui ada dua warga dari Cirebon Jawa Barat yang tengah mudik ke wilyahnya dan sudah dikarantina mandiri di dalam rumah kosong angker tersebut sejak kemarin, Minggu (19/4).

Baca juga: Reynhard Sinaga ‘Monster Mansion’ di Kirim ke Penjara Paling Berbahaya di Inggris

Kendati di karantina di rumah kosong, Yuni menyatakan kedua warga Desa Plupuh tersebut tetap akan mendapat makan dan terus dipantau oleh petugas desa setempat.

Baca juga: Kemenag Gelar Akademi Madrasah Digital 2020, Berikut Tata Cara Pendafatarannya! Kuota Terbatas

Yuni mengatakan langkah tegas ini diambil setelah menerima banyak laporan dari pihak desa tentang pemudik yang tidak patuh akan peraturan karantina mandiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *