Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
BeritaKesehatanNasionalPemerintah

Jokowi Minta Cakupan Pemeriksaan Tes PCR Covid-19 Diperluas, untuk Mengurangi Antrean di Wilayah Episentrum

195
×

Jokowi Minta Cakupan Pemeriksaan Tes PCR Covid-19 Diperluas, untuk Mengurangi Antrean di Wilayah Episentrum

Sebarkan artikel ini
Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk memperluas cakupan tes PCR. (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk memperluas cakupan tes PCR. (Foto: Setpres)

HeadLine.co.id (Nasional) – Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan percepatan pemeriksaan sampel melalui tes PCR (polymerase chain reaction) salah satu cara memperluas jangkauannya melalui penambahan lokasi atau lab pengujian.

Selain memperluas jangkauan tersebut, percepatan juga dimaksudkan untuk mengurangi antrean pemeriksaan sampel utamanya di daerah episentrum Covid-19.

Baca juga: Wakapolri Resmi Dilaporkan Ke Propam Mabes Polri Perihal Langgar Maklumat

“Saya mendapatkan laporan bahwa sekarang memang sudah diperbanyak untuk tempat lab-nya. Dulu hanya 3, sekarang sudah meloncat menjadi 29 tempat dari 78 yang dipersiapkan,” ujarnya dalam rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/04).

Hingga saat ini, pemeriksaan melalui metode PCR telah menjangkau sebanyak 26.500 pemeriksaan. Namun, untuk mempercepat proses penanganan, Jokowi berharap agar paling tidak dalam satu hari dapat dilakukan pemeriksaan dengan jumlah di atas 10.000 tes.

Baca juga: ‘BUMN Untuk Indonesia’ Slogan Baru Kementerian BUMN

“Oleh sebab itu saya sangat menghargai pengadaan 18 buah alat tes PCR cepat yang dilakukan oleh Kementerian BUMN yang minggu ini saya kira 1 sampai 3 alat itu sudah bisa diinstal. Sehari 1 alat bisa 500 PCR. Berarti kalau 18 (alat) per hari bisa mengetes 9.000 PCR. Ini sangat baik,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Presiden mengingatkan jajarannya untuk mengintegrasikan semua data dan informasi mengenai pasien ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca juga: Penumpang Padat Saat PSBB, PT KCI Tambah 5 Perjalanan KRL Mulai Besok!

Data terpadu tersebut menyangkut soal jumlah pasien dalam pengawasan, orang dalam pemantauan, jumlah positif terpapar Covid-19, hingga yang sudah dilakukan pemeriksaan PCR. Data-data tersebut selanjutnya dibuat agar mudah diakses oleh semua orang.

Baca juga: Sah! Jokowi Tetapkan Wabah Corona Menjadi Bencana Nasional

“Saya minta data-data dan informasi ini betul-betul terintegrasi semua kementerian masuk ke gugus tugas sehingga informasi itu semuanya ada. Harusnya ini setiap hari bisa di-update dan lebih terpadu,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *