Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pendidikan

Pekerjaan Informal dan Upah Rendah Sebabkan Overwork di Indonesia

Dani by Dani
1 hour ago
in Pendidikan
418 4
0
Pekerjaan Informal dan Upah Rendah Sebabkan Overwork di Indonesia
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jogja ~ Fenomena overwork atau jam kerja berlebihan menjadi kenyataan bagi banyak pekerja di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan bekerja melampaui kapasitas fisik dan mental, sering kali disebabkan oleh jam kerja panjang, beban kerja yang tidak realistis, atau tekanan tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan kelelahan, stres, penurunan produktivitas, dan masalah kesehatan. Berbeda dengan workaholic yang merupakan kecanduan kerja, overwork sering kali dipicu oleh faktor eksternal seperti tuntutan perusahaan. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat 25,47 persen penduduk bekerja lebih dari 49 jam per minggu.

Wisnu Setiadi Nugroho, S.E., M.Sc., Ph.D, seorang ekonom dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), menyatakan bahwa masyarakat Indonesia mengalami overwork karena mengambil pekerjaan ganda, bukan semata-mata akibat tekanan ekonomi tunggal. “Fenomena tersebut merupakan gabungan dari kondisi struktur pasar tenaga kerja Indonesia yang kurang memberikan pekerjaan berkualitas, rendahnya upah layak, dan tingginya informalitas pekerjaan,” ujarnya di FEB UGM, Selasa (27/1).

You might also like

Thomas Djiwandono Diangkat sebagai Deputi Gubernur BI, Guru Besar UGM Soroti Independensi Bank

Thomas Djiwandono Diangkat sebagai Deputi Gubernur BI, Guru Besar UGM Soroti Independensi Bank

27 January 2026
Penerjunan mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata Tahun 2026 di Padukuhan Sungapan, Kalurahan Argodadi, Sedayu, Bantul, Selasa (27/1/2026). Mahasiswa bersama dosen pembimbing lapangan dan perangkat dukuh berfoto bersama usai penyerahan posko KKN, sebagai simbol dimulainya program pengabdian masyarakat berbasis edukasi CERDIK dan literasi teknologi digital.

Penerjunan KKN Kelompok 1 Universitas Alma Ata di Sungapan Bantul Fokus Literasi Digital dan Edukasi CERDIK

27 January 2026

Wisnu menjelaskan bahwa meskipun secara teori jam kerja lebih panjang dapat meningkatkan output jangka pendek, bukti empiris menunjukkan produktivitas per jam kerja tidak otomatis meningkat. “Beberapa studi internasional menunjukkan bahwa meskipun pekerja di Indonesia bekerja lebih dari standar 40 jam/minggu, produktivitas per jam pekerja masih relatif rendah dibanding negara lain di ASEAN. Kesimpulannya, jam kerja yang panjang justru kita duga bisa menurunkan efektivitas kerja per jam karena kelelahan, penurunan konsentrasi, dan kenaikan risiko kesehatan serta kecelakaan kerja,” terangnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Wisnu menyarankan agar pemerintah meninjau ulang kebijakan pengupahan untuk mengatasi fenomena overwork. Menurutnya, perlu ada peninjauan kebijakan upah agar tidak mendorong praktik overwork. Praktik ini sering terjadi karena pekerja mengejar pendapatan yang tidak mencukupi dari pekerjaan utama yang bergaji rendah.

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mendorong upah layak dan formula upah yang mempertimbangkan produktivitas. Pemerintah perlu memastikan kebijakan upah minimum tidak hanya berdasarkan inflasi, tetapi juga produktivitas daerah serta kebutuhan hidup layak. “Bukti menunjukkan bahwa kebijakan upah minimum di Indonesia dapat mengurangi jam kerja rata-rata sambil meningkatkan upah riil pekerja,” ungkapnya.

Selanjutnya, pemerintah diharapkan mengatur ulang aturan kerja paruh waktu dan lembur. Dalam RUU Cipta Kerja, terdapat ketentuan mengenai waktu kerja reguler dengan maksimal 8 jam per hari atau 40 jam per minggu dan lembur maksimal 4 jam per hari atau 18 jam per minggu. Namun, saat ini pelaksanaan ketentuan aturan baru dilaksanakan masing-masing pekerjaan saja. “Idealnya, ada sistem terintegrasi yang dapat memonitor jam kerja tiap pekerja. Penegakan aturan dan ketentuan ini penting agar tidak terjadi eksploitasi jam kerja tanpa kompensasi yang adil,” ucapnya.

Wisnu juga menekankan pentingnya meningkatkan keterampilan dan produktivitas tenaga kerja. Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dapat mendorong pelatihan vokasi, upskilling, dan reskilling untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Produktivitas yang lebih tinggi dapat mengurangi kebutuhan jam kerja panjang karena nilai output per jam kerja meningkat.

Indonesia memang menunjukkan pertumbuhan jumlah pekerjaan yang besar. Pada 2024 tercatat sekitar 4,8 juta pekerjaan baru dan 2018–2024 tercipta sekitar 18 juta pekerjaan. Namun, lebih dari 80 persen pekerjaan ini terjadi di sektor informal seperti usaha rumah tangga, pedagang kecil, dan pekerja lepas, sedangkan pekerjaan formal di korporasi besar atau sektor publik sangat kecil jumlahnya. “Akibatnya, mereka yang bekerja sering berada di posisi yang tidak stabil, bergaji rendah, tanpa perlindungan sosial, dan tidak menawarkan jenjang karier jelas,” terangnya.

Dalam kajian yang dilakukan Wisnu dan tim terkait pekerja Indonesia, ditemukan bahwa upah awal rata-rata hanya sekitar Rp 1,6 juta per bulan. Angka tersebut masih jauh di bawah kebutuhan hidup layak dan juga di bawah upah sektor formal. “Kondisi upah rendah ini memaksa banyak pekerja mencari pekerjaan tambahan (multiple jobs) untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Langkah lain adalah mengambil jam kerja yang panjang meskipun pekerjaan utama tidak memberikan jam kerja penuh layak hingga menggabungkan beberapa pekerjaan paruh waktu agar mendapatkan penghasilan yang cukup,” urainya.

Studi dari BPS melalui Susenas menunjukkan lebih dari seperempat pekerja terlibat dalam multiple job-holding, dengan rata-rata jam tambahan signifikan di luar pekerjaan utama. Sementara data BPS per Februari 2025 menunjukkan bahwa sekitar 33,8 persen dari tenaga kerja bekerja kurang dari 35 jam/minggu. Artinya, jam kerja mereka tidak memenuhi standar pekerjaan penuh. Secara lebih rinci, hanya sekitar 66 persen pekerja yang bekerja penuh waktu atau ≥35 jam/minggu. Sedangkan sisanya sekitar 49,29 juta orang bekerja tidak penuh waktu termasuk pekerja yang jam kerjanya sangat rendah. “Pekerja dengan jam kerja sedikit ini sering kali terdorong mencari pekerjaan kedua atau ketiga karena jam kerja utama mereka tidak cukup untuk penghidupan layak,” terangnya.

Di luar persoalan upah, Wisnu menyoroti pentingnya jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang sering tidak tersedia bagi pekerja sektor informal. Kondisi ini membuat pekerja harus menanggung biaya kesehatan dan risiko kerja secara out-of-pocket. Ketiadaan fasilitas semacam ini juga mendorong pekerja untuk mencari pekerjaan tambahan agar dapat menutupi biaya tersebut. “Kontribusi dan peran BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan jaminan sosial yang lebih baik menjadi sangat relevan dalam konteks ini,” tutupnya.

Tags: Berita JogjaFenomenaHeadlineIndonesiaJogja
Dani

Dani

Related Stories

Thomas Djiwandono Diangkat sebagai Deputi Gubernur BI, Guru Besar UGM Soroti Independensi Bank

Thomas Djiwandono Diangkat sebagai Deputi Gubernur BI, Guru Besar UGM Soroti Independensi Bank

by Wawan
27 January 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Pengangkatan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menimbulkan perdebatan di masyarakat terkait kekhawatiran akan independensi...

Penerjunan mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata Tahun 2026 di Padukuhan Sungapan, Kalurahan Argodadi, Sedayu, Bantul, Selasa (27/1/2026). Mahasiswa bersama dosen pembimbing lapangan dan perangkat dukuh berfoto bersama usai penyerahan posko KKN, sebagai simbol dimulainya program pengabdian masyarakat berbasis edukasi CERDIK dan literasi teknologi digital.

Penerjunan KKN Kelompok 1 Universitas Alma Ata di Sungapan Bantul Fokus Literasi Digital dan Edukasi CERDIK

by Hendrawan
27 January 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Universitas Alma Ata secara resmi menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) Kelompok 1 di Padukuhan Sungapan,...

Mahasiswa UGM Menangkan First Prize di Global Sustainability Challenge Regional China

Mahasiswa UGM Menangkan First Prize di Global Sustainability Challenge Regional China

by masfajar
27 January 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Prestasi internasional kembali diraih oleh mahasiswa Indonesia. Satwika Nino Wandhana, mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer dari Fakultas...

Kelahiran Bayi Panda di Taman Safari Indonesia Tingkatkan Reputasi Konservasi Satwa

Kelahiran Bayi Panda di Taman Safari Indonesia Tingkatkan Reputasi Konservasi Satwa

by wahyu
27 January 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Seekor bayi panda jantan lahir di Taman Safari Indonesia dari pasangan panda Cai To dan Hu Chun...

Dampak Negatif Kecanduan Game Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik

Dampak Negatif Kecanduan Game Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik

by wahyu
27 January 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Bermain game selama lebih dari 10 jam per minggu dapat berdampak buruk pada kesehatan, menurut penelitian dari...

Program Kewirausahaan di Penjara Tingkatkan Efikasi Diri Narapidana

Program Kewirausahaan di Penjara Tingkatkan Efikasi Diri Narapidana

by Wawan
27 January 2026
0

Headline.co.id, Di Balik Stigma Negatif Yang Melekat Pada Narapidana ~ terdapat kehidupan yang kompleks dan penuh tantangan. Mantan narapidana sering...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Strategi Tangguh Tim Sepak Bola Jatim Taklukkan Grup C PON XXI

Strategi Jitu Sepak Bola Jatim Hadapi Ketatnya Grup C PON XXI

13 August 2024
Gempa Magnitudo 3.0 Mengguncang Nabire, Papua

Gempa Magnitudo 3.0 Mengguncang Nabire, Papua

27 December 2025
Dirjen KPM: KIM Berperan Penting dalam Menangkal Hoaks

Dirjen KPM: KIM Berperan Penting dalam Menangkal Hoaks

18 November 2025

Media Gathering Pengelolaan Media Sosial: Jangan Asal Terhubung dengan Wifi Publik

6 August 2022

Imbas Corona, Objek Wisata Di Klaten Sepi

14 March 2020
Rahasia Puasa Muharram: Panduan Lengkap untuk Amalan, Niat, dan Jadwal

Panduan Puasa Muharram: Amalan, Niat, Tata Cara, dan Jadwal

19 September 2024

Presiden Jokowi: Pentingnya Indonesia-Australia Perjuangkan Nilai Demokrasi, HAM, Toleransi dan Kemajemukan

11 February 2020

Artikel Terbaru

Thomas Djiwandono Diangkat sebagai Deputi Gubernur BI, Guru Besar UGM Soroti Independensi Bank

Thomas Djiwandono Diangkat sebagai Deputi Gubernur BI, Guru Besar UGM Soroti Independensi Bank

27 January 2026
Pekerjaan Informal dan Upah Rendah Sebabkan Overwork di Indonesia

Pekerjaan Informal dan Upah Rendah Sebabkan Overwork di Indonesia

27 January 2026
BNPB Targetkan Penyelesaian Huntara di Agam Sebelum Ramadan

BNPB Targetkan Penyelesaian Huntara di Agam Sebelum Ramadan

27 January 2026
BNPB Rayakan HUT ke-18 di Agam, Fokus pada Pemulihan Pascabencana

BNPB Rayakan HUT ke-18 di Agam, Fokus pada Pemulihan Pascabencana

27 January 2026
Banjir dan Hama Burung Hancurkan Sawah di Batang

Banjir dan Hama Burung Hancurkan Sawah di Batang

27 January 2026
BPBD Batang Distribusikan Bantuan dan Rencanakan Relokasi di Pranten

BPBD Batang Distribusikan Bantuan dan Rencanakan Relokasi di Pranten

27 January 2026
Dinas Sosial Batang Distribusikan 13.065 Nasi Bungkus untuk Korban Bencana

Dinas Sosial Batang Distribusikan 13.065 Nasi Bungkus untuk Korban Bencana

27 January 2026

Popular Story

  • Petugas kepolisian dan medis melakukan evakuasi korban tertemper kereta api di Bantul

    Tertemper Kereta di Perlintasan Kasihan Bantul, Perempuan 64 Tahun Meninggal Dunia

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Tol Yogyakarta-Bawen dan Solo-Yogyakarta Akan Difungsikan untuk Mudik Lebaran

    1682 shares
    Share 673 Tweet 421
  • Kronologi Perkelahian Maut di Kasihan Bantul, Mahasiswa Asal Papua Tewas Ditusuk

    1146 shares
    Share 458 Tweet 287
  • Kapolresta Sleman Angkat Bicara Kasus Viral Penetapan Tersangka Suami Korban Jambret di Jalan Janti

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Pejalan Kaki Tertemper KA Gaya Baru Malam di Perlintasan Kasihan Bantul, KAI Ingatkan Disiplin Keselamatan

    624 shares
    Share 250 Tweet 156
  • Pegawai DLH Temukan Pria Tergantung di Pohon di Gondokusuman, Korban Pria 23 Tahun Asal Sleman

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
  • Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Bantul dan Sekitarnya, Getaran Terasa hingga Ponorogo

    701 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Kementerian Lingkungan Hidup Akan Tindak Tegas Daerah yang Lalai Atasi Sampah

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.