Sapa Aruh Sri Sultan HB X, Ini Pesannya Untuk Hadapi Pandemi Virus Corona

  • Whatsapp
Sapa Aruh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan
Sapa Aruh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Danurejan, Jogja pada Senin pagi (23/3) pukul 10.00 WIB. (Headline/uwais)

Headline.co.id (Jogjakarta) ~ Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X memberikan arahan kepada warga Yogyakarta mengenai penyakit yang disebabkan virus corona(COVID-19). Arahan tersebut disampaikan di Bangsal Kepatihan, Danurejan, Jogja pada Senin pagi pukul 10.00 WIB.

Gubernur DIY mengajak warganya untuk menghadapi masa tanggap darurat bencana virus corona ini dengan sikap sabar, tawakal, tulus iklas, pasrah lahir batin serta disertai dengan iktiar yang berkelanjutan. Sebagai mong projo berserta pemomong rakyat Yogyakarta, Sultan HB X mengatakan harus berpegang teguh pada ajaran jawa, “Wong sabar rejekine jembar, Ngalah urip luwih berkah (Orang bersabar peluang rejekinya lebih lebar, mengalah hidup lebih berkah)”.

Read More

baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Virus Corona Di Rumah?, inilah Tips yang Wajib Dilakukan Saat Pandemi COVID-19

Seperti halnya dalam ajaran islam, dibalik cobaan hari ini selalu ada berkah yang datang kemudian. Jangan sampai kemudahan membuat kita semua terlena seperti halnya seorang pengemudi mobil mengantuk bukan di jalan sulit yang sempit tetapi di jalan raya yang mulus.

Ia mengibaratkan seperti pepatah jawa, “kesandung ing roto kebentus ing tawang (kaki kesandung di tempat yang rata, kepala terbentur langit)”. Raja Kraton Jogjakarta mengatakan bahwa bencana yang kita hadapi saat ini berbeda dengan bencana gempa tahun 2006 yang kasat mata, sementara virus corona jika memasuki badan tidak bisa kita rasakan dan menyerangnya pun secara tak terduga.

Menanggapi hal seperti ini, Sultan HB X mengajak masyarakatnya untuk menjaga kesehatan, laku prihatin, serta wajib menjalankan aturan baku dari sumber resmi yang terpercaya. Tak sampai disitu sultan juga mengajak masyarakatnya untuk bisa membedakan mana berita bohong (hoax) serta mana berita yang benar-benar nalar.

baca juga: Menurut Ahli Penyemprotan Disinfektan Sangat Efektif Mencegah Penularan Covid 19

Seperti kata pepatah jawa “gusti paring dalan kanggo uwong sing gelam ndalan (Tuhan memberi jalan untuk manusia yang mau mengikuti jalan kebenaran)”. Karena itu Gubernur DIY belum menerapkan lockdown melainkan calmdown untuk menenangkan batin dan juga menguatkan kepercayaan agar ingat dan waspada (iling lan waspodo).

Ingat atas sang maha pencipta dengan laku spiritual, lampah ratri, serta dzikir malam untuk memohon ampun dan pengayomannya. Melalui kebijakan “slow-down”, Ngarso Dalem juga berpesan untuk memperlambat penyebaran pandemi virus corona dengan cara membersihkan diri dan lingkungan masing-masing.

Serta berpesan, bagi yang merasa memiliki kondisi kurang sehat harus memiliki kesadaran dan menerima jika diwajibkan untuk melakukan isolasi selama 14 hari. Orang nomor satu di DIY juga berpesan untuk turut menjaga diri sendiri, keluarga, persatuan, dan masyarakat dengan memberikan jarak aman serta dapat menghindari keramaian.

baca juga: Update Corona 22 Maret 2020, Bertambah 64 Kasus Total Kini 514 Kasus Positif COVID-19 di Indonesia

“Bisa jadi kita merasa sehat tapi sesungguhnya tidak ada seseorang pun yang bisa memastikan bahwa kita benar-benar sehat malah bisa jadi kita yang membawa bibit penyakit. Karena itu saya mengingatkan pada pepatah jawa lagi datang serik lamun ketaman datang susah lamun kelangan (jangan marah bila musibah menimpa diri dan  jangan sedih bila kehilangan sesuatu). Pesan saya singkat waspadalah dan berhati-hatilah,” ungkap Sultan HB X.

Sri Sultan Hamengku Buwono X berdoa agar seluruh warga sehat, sehat, sehat dan berharap Gusti Allah berkenan untuk Meridhainya.

Baca juga: Terinfeksi Virus Corona, Dokter Bedah Senior Djoko Judodjoko Meninggal Dunia

Sapa Aruh  Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *