Ingin Gigi dan Gusi Sehat, Hindari Kesalahan Saat Menyikat Gigi

  • Whatsapp
Inilah Kesalahan yang Sering dilakukan Saat Menyikat Gigi
Inilah Kesalahan yang Sering dilakukan Saat Menyikat Gigi. image/huffingtonpost

Headline.co.id (Jakarta) ~ Gigi merupakan peranan penting dalam kehidupan kita sehari-hari, selain berfungsi untik makan, berbicara,  dan membentuk wajah gigi juga menjaga struktur tulang rahang Anda.

salah satu hal yang dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi adalah dengan menyikat gigi. menyikat gigi juga membantu mengangkat sisa makanan, bakteri, plak, dan sisa noda yang bisa merusak gigi. Jika tidak dibersihkan, gigi bisa menguning, penuh plak, mudah rapuh, berlubang, bahkan tanggal.

baca juga : Virus Corona Berdampak Besar Pada Eknomi China

Meski penting, masih banyak orang yang keliru dengan aturan menyikat gigi. Salah satunya, frekuensi menyikat gigi dalam sehari yang harus dilakukan.

Menurut American Dental Association (ADA), sikat gigi idealnya dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari dengan pasta gigi selama 2 menit. Aturan sikat gigi ini terbukti mampu mengurangi plak sehingga risiko gigi berlubang jadi menurun.

namun taukan anda bahwa banyak sekali kesalahan-kesalahan yang sering kita lakukan saat menyikat gigi, apa saja ? ini dia rinciannya :

1. Menyikat terlalu kuat

Menyikat gigi tidak perlu menggunakan kekuatan secara penuh karena tidak membersihkan plak yang tersangkut di gigi, tetapi justru merusak enamel gigi.

Asosiasi dokter gigi di Amerika, seperti dilansir Medical Daily menyarankan Anda sebaiknya memegang kuas Anda pada sudut 45 derajat antara garis gigi dan gusi sebelum memindahkannya ke depan dan ke belakang di setiap gigi.

2. Tidak cukup lama menyikat

Terkadang ada orang yang menyikat gigi selama 45 detik. Namun, durasi terbaik Anda menyikat gigi untuk mendapatkan gigi yang lebih sehat dan bersih adalah dua menit.

baca juga : Peduli Kesehatan Penumpang di Stasiun, Daop 6 Yogyakarta Bagikan Masker

3. Jarang ganti sikat gigi

Sama seperti barang-barang lainnya, sikat gigi juga bisa mengalami keausan dan perlu diganti. Untuk gigi yang lebih sehat dan bebas infeksi, sebaiknya ganti sikat gigi setelah 3 sampai 4 bulan terutama jika bulu sikatnya sudah rusak.

4. Bulu sikat yang keras

Kerusakan gigi dan gusi dapat menyebabkan sensitivitas terhadap makanan atau minuman panas dan dingin. Untuk menghindarinya, pilih sikat gigi dengan bulu lembut agar plak dapat dibersihkan sambil menghindari kerusakan pada enamel.

5. Langsung menyikat gigi setelah makan

Menyikat gigi segera setelah makan mungkin baik, tetapi menunggu 30 menit setelah makan adalah pilihan yang bijaksana.

6. Menyimpan sikat gigi tidak benar

Ketika sikat gigi disimpan dalam wadah tertutup, bakteri akan terbentuk di atas wadahnya. Itulah alasan sebaiknya Anda menyimpan sikat gigi di ruang terbuka dan dalam posisi tegak setelah digunakan sehingga dapat benar-benar kering.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *