Waspada! Ternyata Ini Penyebab Obesitas Yang Perlu Kamu Tau ~ Headline.co.id (Jakarta). Obesitas adalah kondisi yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor genetik, pola aktivitas, lingkungan, obat-obatan, dan hormonal. Data dari Riskesdas mengenai survei konsumsi makanan individu di Indonesia menunjukkan bahwa 40,7% masyarakat mengonsumsi makanan berlemak, 53,1% mengonsumsi makanan manis, 93,5% kurang mengonsumsi sayur dan buah, dan 26,1% memiliki kurangnya aktivitas fisik.
Baca juga: PJ Walikota Salatiga Minta Juru Parkir Semakin Ramah Layani Pengunjung
Konsumsi sayur dan buah masih rendah, dengan rata-rata hanya sebesar 57,1 gram per orang per hari (dibandingkan dengan anjuran 200-300 gram per orang per hari) dan konsumsi buah-buahan hanya sebesar 33,5 gram per orang per hari (dibandingkan dengan anjuran 3-5 porsi). Angka-angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan tubuh akan vitamin, mineral, dan serat masih belum tercukupi.
Faktor genetik merupakan faktor keturunan yang dapat mempengaruhi kejadian obesitas. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari orang tua dengan berat badan normal memiliki risiko obesitas sebesar 10%. Jika salah satu orang tua menderita obesitas, risiko tersebut meningkat menjadi 40-50%, dan jika kedua orang tua menderita obesitas, risiko faktor keturunan dapat mencapai 70-80%.
Baca juga: Pelaku Penusukan Kadus 12 Desa Mendayun Terancam 20 Tahun Penjara, Begini Kronologinya
Meskipun faktor genetik memainkan peran penting, pola makan juga memiliki dampak yang signifikan. Jumlah, jenis, jadwal makan, dan pengolahan makanan semuanya berkontribusi terhadap kejadian obesitas. Asupan energi yang berlebih secara terus-menerus dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Makanan dengan kepadatan energi tinggi, seperti yang mengandung lemak dan gula dalam jumlah besar namun rendah serat, juga berperan dalam ketidakseimbangan energi.
Selain itu, pola aktivitas fisik yang kurang aktif dapat meningkatkan risiko obesitas. Berbagai faktor, seperti adanya fasilitas yang mempermudah kehidupan yang tidak memerlukan aktivitas fisik yang berat dan kemajuan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan, menyebabkan berkurangnya aktivitas fisik masyarakat.
Baca juga: Niat Puasa Tarwiyah Lengkap dengan Doa dan Keutamaan
Faktor obat-obatan juga dapat mempengaruhi terjadinya obesitas. Penggunaan obat-obatan jenis steroid dalam jangka waktu yang lama untuk terapi asma, osteoartritis, dan alergi dapat meningkatkan nafsu makan dan berisiko menyebabkan obesitas. Obat-obatan yang mengandung hormon untuk meningkatkan kesuburan atau sebagai alat kontrasepsi juga dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh.
Selain obat-obatan, faktor hormonal juga berperan dalam terjadinya obesitas. Beberapa hormon yang berperan dalam kejadian obesitas meliputi leptin, ghrelin, hormon tiroid, insulin, dan estrogen. Hormon leptin, yang diproduksi oleh sel lemak, berfungsi sebagai pengatur nafsu makan. Namun, hormon ini tidak efektif pada individu dengan resistensi insulin, meskipun kadar leptin tinggi.
Baca juga: Berbakti Kepada Orang Tua Dikenal Dengan Istilah? Ini Makna Lengkapnya
Kurang tidur juga dapat meningkatkan kadar hormon kortisol, yang dapat mempengaruhi resistensi leptin dan menyulitkan pengendalian makan. Hormon leptin memainkan peran penting dalam mengatur nafsu makan. Jika kadar leptin rendah, seseorang mungkin sulit merasa kenyang dan cenderung menginginkan lebih banyak makanan. Hormon ghrelin, di sisi lain, dapat meningkatkan nafsu makan. Jika kadar ghrelin tinggi, seseorang akan memiliki nafsu makan yang lebih tinggi.
Hormon estrogen juga berperan dalam metabolisme energi. Jika kadar estrogen menurun, terutama pada wanita menopause, metabolisme basal tubuh dapat menurun, yang berkontribusi pada peningkatan berat badan.
Baca juga: Kemenparekraf Gelar FAM Trip bagi Influencer India untuk Tingkatkan Kunjungan Wisman ke Indonesia
Hormon insulin memiliki efek anabolik dan memfasilitasi penyerapan glukosa oleh sel otot dan lemak. Jika asupan karbohidrat atau lemak tinggi (dengan kepadatan energi tinggi), insulin akan merangsang penyerapan energi tersebut menjadi lemak, terutama lemak viseral. Peningkatan sel lemak visceral dapat menyebabkan peradangan kronis rendah (chronic low-grade inflammation), yang berkontribusi pada resistensi insulin.
Kelebihan berat badan dan obesitas meningkatkan risiko berbagai penyakit komorbid, termasuk diabetes mellitus tipe 2, kanker, dan penyakit kardiovaskular. Obesitas juga berhubungan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, hampir semua jenis kanker kecuali kanker esofagus dan prostat, berbagai penyakit kardiovaskular, asma, penyakit kandung empedu, osteoartritis, dan nyeri pinggang bawah.
Baca juga: Intip Keistimewaan dan Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Dalam rangka mengatasi obesitas, penting untuk memperhatikan faktor-faktor penyebab yang telah disebutkan di atas. Perubahan gaya hidup yang meliputi pola makan sehat dengan mengonsumsi sayur, buah, dan serat yang cukup, serta meningkatkan aktivitas fisik, dapat membantu mengurangi risiko obesitas dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Penting juga untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan nasihat dan rekomendasi yang tepat dalam mengelola berat badan dan mencegah obesitas.
Terimakasih telah membaca Waspada! Ternyata Ini Penyebab Obesitas Yang Perlu Kamu Tau semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News.
Baca juga: Manfaat dan Bacaan Doa Akasyah Lengkap dengan Artinya






















