Headline.co.id, Pasaman Barat ~ Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memperkuat revitalisasi sekolah melalui alokasi bantuan sebesar Rp88,89 miliar pada 2026. Anggaran tersebut diberikan pemerintah pusat untuk 64 sekolah negeri dan swasta melalui bantuan revitalisasi kebencanaan serta Program Revitalisasi Reguler. Salah satu penerimanya adalah SMK Negeri 1 Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, yang mendapat sekitar Rp3 miliar untuk membangun tiga gedung baru di lokasi yang lebih aman dari banjir. Gedung tersebut diresmikan Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah pada Kamis (5/11/2026).
Pembangunan fasilitas baru SMKN 1 Sasak dilakukan karena sekolah sebelumnya kerap terdampak banjir di kawasan Muaro Sasak. Kondisi tersebut selama ini mengganggu kegiatan belajar mengajar sehingga pembangunan gedung di lokasi yang lebih aman menjadi bagian dari penanganan melalui revitalisasi sekolah Sumbar.
64 Sekolah Mendapat Alokasi pada 2026
Berdasarkan data Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, bantuan revitalisasi pada 2026 terbagi dalam dua skema. Sebanyak 34 sekolah menerima bantuan revitalisasi kebencanaan dengan total anggaran Rp48,42 miliar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebanyak 30 sekolah lainnya memperoleh bantuan melalui Program Revitalisasi Reguler senilai Rp40,46 miliar. Jika digabungkan, total bantuan untuk 64 sekolah tersebut mencapai Rp88,89 miliar.
Mahyeldi mengatakan, peningkatan sarana pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman dan layak. Menurut dia, perhatian tersebut terutama dibutuhkan sekolah yang berada di kawasan rawan bencana.
Gubernur Sumatra Barat itu juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Tidak hanya mengalokasikan anggaran, pemerintah pusat juga langsung menyelenggarakan pembangunan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
SMKN 1 Sasak Bangun Tiga Gedung Baru
SMKN 1 Sasak menerima alokasi bantuan revitalisasi kebencanaan sebesar Rp2.999.958.000 atau sekitar Rp3 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun tiga gedung baru yang ditujukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Kepala SMKN 1 Sasak Desman menjelaskan, pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama pada 11 Maret 2026. Pekerjaan pembangunan kemudian selesai dalam waktu kurang dari satu tahun.
“Alhamdulillah, tiga gedung baru dengan total anggaran sekitar Rp3 miliar sudah selesai dibangun. Hari ini, 5 November 2026, gedung tersebut diresmikan dan siap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” ungkap Desman.
Menurut Desman, kampus lama tetap akan dimanfaatkan sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah juga merencanakan pengembangan melalui penambahan program keahlian atau jurusan baru.
Realisasi Program Revitalisasi pada 2025
Dukungan revitalisasi sekolah Sumbar juga telah berjalan pada 2025. Pada tahun tersebut, sebanyak 78 satuan pendidikan negeri dan swasta di bawah kewenangan pemerintah provinsi menerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Bantuan itu mencakup pembangunan dan rehabilitasi 77 sekolah serta pembangunan satu Unit Sekolah Baru (USB). Total anggaran yang dialokasikan pada 2025 mencapai Rp115,77 miliar.
Dengan pembangunan fasilitas baru di SMKN 1 Sasak, revitalisasi tidak hanya diarahkan pada peningkatan kondisi fisik sekolah, tetapi juga pada penyediaan lingkungan belajar yang lebih aman bagi peserta didik, khususnya di wilayah yang menghadapi risiko bencana.
Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan berharap fasilitas baru tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Pemprov Sumatra Barat berharap dukungan revitalisasi dan pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih aman dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Program tersebut juga diharapkan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meskipun sekolah sebelumnya menghadapi risiko bencana.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.






![[Siaran Pers] Angga Raka Prabowo: Pemimpin Digital Harus Berani Ubah Cara Kerja Lama](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-angga-raka-prabowo-pemimpin-digital-harus-berani-ubah-cara-kerja-lama.png)











