Headline.co.id ~ Headline.co.id, Jakarta, Investasi hulu migas Indonesia mencapai USD10,4 miliar atau setara Rp179,2 triliun hingga 31 Agustus 2026. Capaian unaudited tersebut menunjukkan tren positif investasi sektor hulu minyak dan gas bumi selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Perkembangan itu didorong perbaikan tata kelola, fleksibilitas kontrak, serta insentif hasil yang dinilai menarik bagi investor.
Data tersebut disampaikan berdasarkan catatan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Peningkatan investasi hulu migas dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pengembangan lapangan, mendorong kemajuan proyek gas berskala besar, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Founder & Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, mengatakan keberlanjutan investasi oleh perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia menjadi salah satu indikator perkembangan iklim investasi hulu migas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Jadi, berbagai upaya sudah dilakukan, trennya naik. Itu artinya kemudian yang beroperasi di sini itu memang masih melanjutkan investasinya di Indonesia,” ujar Pri Agung dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026).
Realisasi investasi hulu migas terus meningkat
Realisasi investasi hulu migas pada 2026 melanjutkan tren pertumbuhan pascapandemi. Pada 2020, investasi sektor ini tercatat sebesar USD10,5 miliar. Nilainya kemudian meningkat menjadi USD14,9 miliar atau setara Rp245,5 triliun pada 2025.
Untuk 2026, investasi hulu migas ditargetkan mencapai USD17,9 miliar hingga akhir tahun. Adapun realisasi sampai 31 Agustus 2026 telah mencapai USD10,4 miliar.
Angka tersebut menjadi gambaran perkembangan investasi sektor hulu migas di tengah upaya pemerintah menjaga daya tarik industri. Berdasarkan penilaian yang disebut dalam bahan tersebut, peningkatan itu berkaitan dengan pembenahan tata kelola, penerapan fleksibilitas kontrak, dan pemberian insentif hasil bagi investor.
Pri Agung menilai keberlanjutan pengembangan lapangan menjadi faktor penting untuk mempertahankan iklim investasi. Selain itu, kemajuan proyek gas berskala besar yang dikerjakan investor global juga disebut berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Indonesia peringkat ke-4 dalam kategori Activity & Success
Daya tarik investasi migas Indonesia juga tercermin dalam penilaian daya saing global. Pada kategori Activity & Success, Indonesia menempati peringkat ke-4 dari 15 negara pada 2026.
Penilaian tersebut didorong sejumlah penemuan besar dan perkembangan proyek migas berskala besar. Salah satunya adalah proyek North Hub yang berada di lepas pantai Kalimantan Timur.
Proyek North Hub memiliki nilai USD11,8 miliar dan dikembangkan oleh Eni, perusahaan migas asal Italia. Proyek tersebut menjadi salah satu penemuan besar yang memperkuat penilaian terhadap aktivitas dan keberhasilan sektor migas Indonesia.
Selain proyek North Hub, daya tarik investasi juga terlihat dari komitmen pasti yang disampaikan para pemenang lelang wilayah kerja. Pada September 2026, enam pemenang lelang wilayah kerja mencatatkan komitmen pasti senilai USD141,5 juta.
Komitmen investor menjadi indikator keberlanjutan
Keberlanjutan investasi oleh investor yang telah beroperasi di Indonesia menjadi perhatian dalam perkembangan sektor hulu migas. Pri Agung menyebut berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah menghasilkan kecenderungan peningkatan investasi.
Kondisi tersebut menunjukkan perusahaan yang sudah beroperasi masih melanjutkan investasinya di Indonesia. Keberlanjutan itu berjalan bersamaan dengan pengembangan lapangan dan kemajuan proyek gas berskala besar.
Dari sisi target, pemerintah melalui SKK Migas masih membidik realisasi investasi sebesar USD17,9 miliar pada akhir 2026. Hingga 31 Agustus 2026, realisasi yang tercatat masih berupa data unaudited dengan nilai USD10,4 miliar atau Rp179,2 triliun.
Capaian investasi hulu migas tersebut menjadi bagian dari tren peningkatan sejak 2020. Dengan dukungan penemuan besar, proyek North Hub, serta komitmen enam pemenang lelang wilayah kerja, sektor hulu migas Indonesia dinilai tetap memiliki daya tarik bagi investor global.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















