Headline.co.id, Sleman ~ Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar di kawasan Babadan, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, bermula dari upaya pencarian rekaman kamera pengawas (CCTV) terkait dugaan aksi penyabetan di jalan. Peristiwa tersebut berkembang menjadi pengejaran setelah dua anak melihat seseorang yang diduga terlibat dalam kejadian sebelumnya. Situasi semakin memanas ketika tiga orang yang berboncengan sepeda motor diduga melakukan penyabetan menggunakan sabuk hingga berujung kecelakaan. Kronologi kejadian itu disampaikan Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, S.H., saat dikonfirmasi Headline.co.id.
Berawal dari Pencarian Rekaman CCTV di Babadan
Iptu Argo Anggoro menjelaskan, rangkaian peristiwa bermula ketika seorang pelajar berinisial BPR (15) berboncengan dengan rekannya, RIZ (12), menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna merah.
Keduanya menuju kawasan Babadan, Wedomartani, Ngemplak, dengan tujuan mencari rekaman CCTV yang diduga dapat memberikan petunjuk mengenai aksi penyabetan di jalan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Upaya pencarian tersebut dilakukan setelah keduanya memperoleh informasi dari seorang saksi berinisial RIF (15). Saksi menyampaikan bahwa RIZ sebelumnya diduga menjadi korban penyabetan oleh orang tidak dikenal saat berada di jalan.
Informasi tersebut mendorong BPR dan RIZ berusaha mencari petunjuk untuk mengetahui pihak yang diduga melakukan penyabetan.
Namun, dalam perjalanan mencari rekaman CCTV, keduanya justru berpapasan dengan seseorang yang dicurigai sebagai pelaku kejadian sebelumnya.
Pengejaran Berujung Penyabetan Menggunakan Gesper
Menurut keterangan yang disampaikan pihak kepolisian, BPR dan RIZ melihat orang yang diduga sebagai pelaku penyabetan ketika melintas di kawasan Simpang Tiga Sangkal Putung.
Keduanya kemudian memutuskan melakukan pengejaran terhadap pengendara yang dicurigai tersebut.
Dalam rangkaian pengejaran itu, tiga orang yang diduga sebagai pelaku dan berboncengan menggunakan satu sepeda motor mendekati kendaraan korban dari arah kanan.
Ketiga orang tersebut kemudian memepet sepeda motor yang digunakan BPR dan RIZ.
Situasi semakin berbahaya ketika salah satu terduga pelaku melakukan penyabetan menggunakan gesper atau sabuk. Tindakan tersebut mengenai korban dan menyebabkan RIZ terjatuh dari sepeda motor.
Akibat kejadian itu, RIZ mengalami sejumlah luka, termasuk lecet pada kaki dan tangan kanan. Selain itu, RIZ mengalami retak pada bagian bahu kanan.
Sepeda Motor Oleng hingga Menabrak Tiang PJU
Rangkaian peristiwa tersebut tidak berhenti pada aksi penyabetan. Berdasarkan laporan yang disampaikan kepolisian, sepeda motor yang digunakan tiga orang terduga pelaku kemudian kehilangan kestabilan.
Kendaraan tersebut dilaporkan oleng hingga keluar dari jalur jalan dan akhirnya menabrak tiang lampu penerangan jalan umum (PJU).
Benturan dengan tiang penerangan jalan itu menjadi bagian dari kecelakaan yang menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia.
Meski demikian, keterangan yang disampaikan belum merinci identitas pelajar yang meninggal dunia maupun waktu terjadinya kecelakaan.
Peristiwa tersebut menjadi rangkaian kejadian yang bermula dari dugaan penyabetan, berlanjut pada upaya pencarian bukti melalui CCTV, hingga berkembang menjadi pengejaran dan kecelakaan lalu lintas.
Kedua Belah Pihak Sepakat Selesaikan Secara Kekeluargaan
Terkait penanganan peristiwa tersebut, Iptu Argo Anggoro menyampaikan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
“Terkait peristiwa tersebut, kedua belah pihak telah menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan menyatakan tidak saling menuntut,” demikian keterangan yang disampaikan Iptu Argo Anggoro saat dikonfirmasi Headline.co.id.
Kesepakatan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi salah satu pihak yang telah meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kedua pihak telah menyatakan tidak saling menuntut atas kejadian yang berlangsung di kawasan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, tersebut.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















