Headline.co.id, Bantul ~ Identitas kerangka manusia yang ditemukan di Padukuhan Kembangputihan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, mulai terungkap setelah pihak keluarga mengenali ciri fisik korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan pencocokan ciri gigi, keluarga meyakini kerangka yang ditemukan pada Senin (19/10/2026) tersebut merupakan Muhammad Rofingi (33), warga Padukuhan Watugedug, Guwosari. Jenazah telah diserahkan kepada keluarga pada Selasa (20/10/2026) setelah proses identifikasi melalui pengenalan ciri fisik. Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan karena penyebab kematian korban belum dapat dipastikan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa pengenalan identitas korban dilakukan dengan mencocokkan sejumlah ciri fisik hasil pemeriksaan medis dengan keterangan keluarga.
Salah satu petunjuk utama yang membantu keluarga mengenali korban adalah kondisi gigi yang memiliki karakteristik khusus.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia 28 hingga 40 tahun dan tinggi badan sekitar 160 sampai 165 sentimeter. Selain itu, terdapat ciri khas pada gigi, yakni gingsul pada taring atas serta gigi depan atas yang tumbuh maju ke depan,” ujar Rita, Rabu (21/10/2026).
Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dicocokkan dengan kondisi fisik anggota keluarga yang sebelumnya belum kembali ke rumah.
Setelah mengenali karakteristik gigi dan sejumlah ciri lainnya, keluarga meyakini bahwa kerangka tersebut merupakan Muhammad Rofingi, warga Padukuhan Watugedug, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul.
Jenazah Diserahkan kepada Keluarga di Watugedug
Setelah keluarga mengenali ciri-ciri fisik korban, Unit Reskrim Polsek Pajangan menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Penyerahan dilakukan di wilayah Padukuhan Watugedug, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul.
Jenazah diterima oleh Mahsunah, yang merupakan kakak kandung Muhammad Rofingi.
Sebelumnya, informasi mengenai seorang warga Watugedug yang belum kembali ke rumah sempat menjadi perhatian kepolisian setelah penemuan kerangka manusia di wilayah Kembangputihan.
Saat pemeriksaan awal, keluarga belum dapat memastikan hubungan antara kerangka yang ditemukan dan anggota keluarganya yang belum pulang.
Namun, hasil pemeriksaan medis yang menunjukkan karakteristik khusus pada bagian gigi akhirnya membantu keluarga mengenali sosok yang mereka yakini sebagai Muhammad Rofingi.
Kronologi Penemuan Kerangka Manusia di Pajangan Bantul
Penemuan kerangka manusia tersebut bermula pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di Padukuhan Kembangputihan RT 01, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan.
Saat itu, seorang warga sedang mencari burung di sekitar lokasi. Saksi kemudian melihat banyak burung beterbangan dari suatu titik sehingga penasaran dan memutuskan untuk mendatangi tempat tersebut.
Namun, ketika sampai di lokasi, saksi justru mendapati kerangka manusia.
Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas Polsek Pajangan bersama tim Inafis Polres Bantul kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.
Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi tubuh korban diketahui telah mengalami kerusakan cukup parah akibat proses pembusukan.
Petugas memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima bulan atau bahkan lebih sebelum kerangka ditemukan.
Kerangka tersebut selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan forensik guna membantu proses identifikasi.
Penyebab Kematian Belum Terungkap, Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Meskipun pihak keluarga telah meyakini identitas korban dan jenazah telah diserahkan, kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian Muhammad Rofingi.
Rita mengatakan penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui secara jelas peristiwa yang dialami korban sebelum ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka.
Petugas terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang dinilai berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Untuk penyebab kematian masih belum bisa ditentukan. Kami masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berkaitan guna mengetahui secara jelas peristiwa yang dialami korban,” tegas Rita.
Dengan demikian, pengenalan identitas oleh keluarga belum sekaligus menjawab penyebab maupun kronologi kematian korban.
Polisi masih mendalami kasus penemuan kerangka manusia di Pajangan tersebut untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















