Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta pengawas sekolah memperkuat supervisi untuk memastikan peningkatan mutu pembelajaran berjalan di satuan pendidikan. Arahan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (15/10/2026). Pengawas sekolah didorong mendampingi guru dan kepala sekolah dalam menerapkan pembelajaran mendalam, pengenalan koding dan kecerdasan buatan (AI), serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi murid.
Penguatan peran pengawas sekolah diperlukan agar berbagai kebijakan pendidikan tidak berhenti sebagai aturan, tetapi terlaksana dan berdampak langsung terhadap proses belajar. Abdul Mu’ti menegaskan posisi pengawas strategis karena mereka menjalankan supervisi pendidikan sekaligus mendampingi satuan pendidikan sesuai kebutuhan guru dan murid.
“Pengawas memiliki tugas yaitu melaksanakan supervisi pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pengawas Sekolah Kawal Pembelajaran Mendalam dan AI
Menurut Abdul Mu’ti, pelaksanaan supervisi harus disertai pengembangan kompetensi yang terarah. Pengawas perlu memahami kebijakan pendidikan serta memiliki kemampuan untuk membantu guru dan kepala sekolah menerapkannya secara efektif.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) karena itu mendorong peningkatan kompetensi bagi pengawas sekolah, selain guru dan kepala sekolah. Salah satu aspek yang perlu dikawal adalah penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning.
Pendekatan tersebut tidak hanya menekankan penguasaan pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran mendalam juga diarahkan untuk mengembangkan nilai, kemampuan berpikir, serta pemahaman murid secara lebih bermakna.
Pengawas diharapkan membantu sekolah menerapkan pendekatan pembelajaran tersebut agar proses belajar semakin berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan murid. Mereka juga perlu memahami kebijakan pengenalan koding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas V sekolah dasar hingga jenjang pendidikan menengah.
Kesiapan guru, dukungan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi secara tepat menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam supervisi. Abdul Mu’ti mengingatkan, penggunaan AI dalam pendidikan harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemahaman etika.
Dengan keseimbangan tersebut, teknologi diharapkan dapat mendukung proses belajar tanpa mengesampingkan kemampuan dasar murid dalam memahami dan mengevaluasi informasi.
Supervisi Tidak Hanya Memeriksa Administrasi
Selain aspek akademik, pengawas sekolah diminta memperhatikan iklim dan budaya sekolah. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi murid untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi tanpa rasa takut terhadap perundungan maupun kekerasan.
Pencegahan perundungan, penanganan kekerasan, serta penguatan layanan bimbingan dan konseling perlu menjadi bagian dari supervisi pendidikan. Pengawas tidak cukup hanya memeriksa pemenuhan administrasi, tetapi juga harus memastikan kebijakan perlindungan dan kenyamanan murid benar-benar diterapkan.
“Kita ingin bangun relasi itu. Sehingga dengan budaya sekolah yang aman dan nyaman itu, kita ingin menjadikan sekolah sebagai rumah bagi anak-anak kita,” tutur Abdul Mu’ti.
Peran tersebut menempatkan pengawas sebagai pendamping bagi sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan murid. Pendampingan dilakukan agar kebijakan peningkatan mutu dan perlindungan murid dapat berjalan secara nyata di satuan pendidikan.
TKA Bukan Penentu Kelulusan Murid
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan penentu kelulusan murid. Hasil TKA dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memetakan capaian pembelajaran dan memperbaiki proses pendidikan.
Adapun penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan guru dan satuan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawas diharapkan membantu memastikan pemanfaatan hasil evaluasi tersebut mendukung perbaikan pembelajaran.
Selain itu, pengawas diminta mengawal pelaksanaan berbagai program pendukung pembelajaran. Program tersebut mencakup pemanfaatan papan interaktif digital dan kegiatan Pagi Ceria.
Kegiatan Pagi Ceria meliputi Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta berdoa bersama. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah.
Pengawas Diminta Hadir di Satuan Pendidikan
Abdul Mu’ti menegaskan, pengawas sekolah harus hadir untuk memastikan berbagai kebijakan pendidikan terlaksana, terutama kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan mutu.
“Berbagai kebijakan harus terlaksana. Terutama memang yang menyangkut berbagai macam yang berkaitan dengan peningkatan mutu. Nah, pengawas sekolah harus jadi pengawas yang hadir,” tegasnya.
Kemendikdasmen berharap pengawas dapat menjalankan supervisi secara aktif dan menjadi mitra strategis bagi guru serta kepala sekolah. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kebijakan pendidikan diharapkan diterapkan secara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















