Headline.co.id, Gorontalo ~ Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan hilirisasi pertanian menjadi salah satu kunci pengentasan kemiskinan di daerahnya. Hal itu disampaikan saat membuka Peringatan Hari Pangan Sedunia di Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Manado, Sulawesi Utara, Selasa (6/10/2026). Menurut Gusnar, pemerintah provinsi telah menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Pertanian untuk menjalankan program hilirisasi pertanian melalui alokasi 10.000 hektare bibit kelapa yang telah disebarkan kepada masyarakat.
Gusnar mengatakan program tersebut disiapkan sebagai program besar yang manfaatnya diperkirakan mulai dirasakan dalam tiga sampai lima tahun ke depan. Selain hilirisasi kelapa, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menyiapkan hilirisasi ayam terintegrasi bersama Danantara dengan nilai investasi Rp1,2 triliun.
Hilirisasi Pertanian Gorontalo Libatkan 10.000 Hektare
Dalam acara di BRMP Manado, Gusnar menyampaikan keyakinannya terhadap capaian program pertanian yang sedang dikembangkan. Ia menyebut Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian telah menjadi semangat bersama dalam mendorong pengembangan sektor pertanian.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Balitka sudah menjadi spirit kita semua, saya ingin menyampaikan bahwa kami di Gorontalo sudah melakukan penandatanganan MoU dengan Menteri Pertanian soal Hilirisasi pertanian dengan alokasi 10.000 Hektare bibit kelapa yang sudah disebarkan ke masyarakat,” kata Gusnar Ismail.
Pernyataan itu disampaikan Gusnar saat membuka Peringatan Hari Pangan Sedunia. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Manado, Sulawesi Utara.
Program hilirisasi pertanian yang dijalankan Gorontalo mencakup penyebaran bibit kelapa kepada masyarakat. Berdasarkan keterangan Gusnar, alokasi yang disiapkan mencapai 10.000 hektare. Ia menyebut program tersebut sebagai agenda besar dengan hasil yang akan dinikmati dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun ke depan.
Siapkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi
Selain mengembangkan hilirisasi kelapa, Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiapkan program hilirisasi ayam terintegrasi. Program tersebut akan dikerjakan melalui kerja sama dengan Danantara.
“Pemerintah Provinsi Gorontalo juga sudah menyiapkan hilirisasi ayam terintegrasi bekerjasama dengan Danantara dengan nilai investasi sebesar 1,2 triliun,” ujar Gusnar.
Gusnar tidak merinci tahapan pelaksanaan program hilirisasi ayam terintegrasi tersebut. Dalam keterangannya, ia hanya menyebut nilai investasi yang disiapkan mencapai Rp1,2 triliun.
Dikaitkan dengan Pengentasan Kemiskinan
Gusnar menilai hilirisasi pertanian dapat berkontribusi terhadap upaya pengentasan kemiskinan apabila dijalankan dengan baik. Ia mengaitkan manfaat tersebut dengan pelaksanaan hilirisasi ayam dan hilirisasi kelapa di Gorontalo.
Menurut dia, pengelolaan program secara baik menjadi faktor penting agar tujuan tersebut dapat dicapai. “Jika program hilirisasi ini dibadani dengan baik, ia yakin pengentasan kemiskinan bisa diatasi ditambah dengan hilirisasi kelapa,” demikian keterangan dalam bahan publikasi tersebut.
Hilirisasi pertanian yang disampaikan Gusnar mencakup dua rencana utama, yakni pengembangan bibit kelapa dengan alokasi 10.000 hektare dan hilirisasi ayam terintegrasi dengan nilai investasi Rp1,2 triliun. Program itu disebut sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo mengembangkan sektor pertanian sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
Dalam kesempatan tersebut, Gusnar juga menyampaikan rasa syukur karena dapat bertemu dengan para sahabat lamanya di Sulawesi Utara, yang disebutnya sebagai Bumi Nyiur Melambai.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















