Headline.co.id, Raja Ampat ~ Festival Pesona Raja Ampat 2026 akan digelar pada 15–17 Oktober 2026 di Pantai WTC (Waisai Torang Cinta), Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pariwisata bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menghadirkan festival tersebut dengan tema “Harmoni Bahari & Budaya Maritim”. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat promosi pariwisata sekaligus mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat, pelaku UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif. Selama tiga hari, festival akan diisi atraksi budaya, kompetisi, paket wisata promo, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat pesisir dan generasi muda.
Festival Pesona Raja Ampat 2026 tidak hanya dirancang sebagai agenda hiburan. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menempatkan pelestarian lingkungan dan budaya lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
UMKM Diminta Mendapat Ruang
Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam mengatakan penyelenggaraan Festival Pesona Raja Ampat harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, dan kerajinan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Festival ini bukan hanya tentang bagaimana kita menampilkan keindahan Raja Ampat, tetapi juga bagaimana masyarakat Raja Ampat mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan pariwisata. Karena itu, UMKM, kuliner tradisional, kerajinan dan potensi lokal harus mendapat ruang yang baik dalam festival ini,” ujar Orideko, Senin (5/10/2026).
Menurut Orideko, pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan, budaya, dan kehidupan masyarakat Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia.
“Kita ingin pariwisata Raja Ampat terus berkembang, tetapi tetap menjaga lingkungan, budaya dan kehidupan masyarakat. Pariwisata harus memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi bagian dari upaya kita menjaga Raja Ampat tetap lestari,” kata dia.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Klasina Rumbekwan mengatakan tema “Harmoni Bahari & Budaya Maritim” dipilih untuk memperkenalkan kekayaan alam, tradisi, dan kehidupan masyarakat pesisir Raja Ampat secara lebih luas.
“Tema ‘Harmoni Bahari & Budaya Maritim’ kami pilih karena Raja Ampat tidak hanya memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi juga memiliki budaya, tradisi dan kehidupan masyarakat pesisir yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas destinasi ini,” kata Klasina.
Ia mengatakan masyarakat diarahkan untuk terlibat langsung dan tidak hanya menjadi penonton. Ruang partisipasi disiapkan bagi UMKM, pelaku kuliner tradisional, pelaku ekonomi kreatif, seniman, komunitas, dan generasi muda.
“Kami ingin masyarakat menjadi bagian utama dari festival. Karena itu, kami memberikan ruang bagi UMKM, pelaku kuliner tradisional, pelaku ekonomi kreatif, seniman, komunitas dan generasi muda untuk tampil dan memperkenalkan potensi mereka,” ujar dia.
Rangkaian Atraksi Selama Tiga Hari
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Petrus Rabu menjelaskan Festival Pesona Raja Ampat 2026 menjadi ruang untuk mengangkat kekayaan budaya maritim sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pada Kamis (15/10/2026), festival diawali Prosesi Adat Mansorandak untuk menyambut tamu VVIP. Rangkaian acara dilanjutkan dengan Tarian Kolosal, Musik Bambu, Tarian Lalayon, Tarian Wor, dan pembukaan Lomba Tari Gale-Gale.
Selanjutnya, pada Jumat (16/10/2026), agenda festival meliputi Paket Wisata Promo, Lomba Kuliner Tradisional, Lomba Suling Tambur, dan Lomba Perahu Hias.
Adapun Sabtu (17/10/2026) menjadi puncak kegiatan melalui Parade Budaya, Parade Suling Tambur, dan Parade Perahu Hias. Festival ditutup dengan pembagian hadiah lomba, sambutan penutupan oleh Bupati Raja Ampat, dan hiburan masyarakat.
Kehadiran Paket Wisata Promo diharapkan memberikan pilihan perjalanan yang lebih terjangkau bagi wisatawan. Program tersebut juga diharapkan mendorong wisatawan untuk mengunjungi lebih banyak destinasi dan memperpanjang masa tinggal di Raja Ampat.
Libatkan Siswa untuk Regenerasi Budaya
Pelibatan generasi muda menjadi salah satu fokus Festival Pesona Raja Ampat 2026. Siswa SMP akan berpartisipasi dalam Lomba Suling Tambur, sedangkan siswa SMA/SMK dilibatkan dalam Lomba Gale-Gale.
Pelibatan siswa diharapkan mendukung proses regenerasi dan menjaga keberlanjutan seni serta budaya lokal. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Raja Ampat dan Papua kepada generasi muda.
Raja Ampat merupakan salah satu destinasi bahari unggulan Indonesia dan bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark. Karena itu, pengembangan pariwisata di daerah tersebut diarahkan tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memperkuat tata kelola destinasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Dari sisi ekonomi, festival dirancang untuk mendukung promosi destinasi, pelestarian seni dan budaya maritim, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta peningkatan aktivitas ekonomi kreatif melalui keterlibatan UMKM.
Dukungan Kesehatan, Keamanan, dan Kebersihan
Panitia bersama sejumlah perangkat daerah menyiapkan dukungan kesehatan, keamanan, dan kebersihan agar festival berlangsung aman, nyaman, dan tertib.
Dinas Pariwisata bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Kabupaten Raja Ampat menyiapkan posko kesehatan, ambulans, dan tenaga medis di lokasi kegiatan. Pengamanan melibatkan aparat kepolisian dan Satpol PP dengan dukungan posko keamanan serta rambu-rambu jalur evakuasi.
Untuk menjaga kebersihan kawasan Pantai WTC, panitia berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan Festival Pesona Raja Ampat 2026 tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Keberhasilan festival tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat dan kemampuan penyelenggara menjaga lingkungan. Wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara diajak hadir dan menjadi bagian dari Festival Pesona Raja Ampat 2026.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















