Headline.co.id, Serang ~ Banten — Indeks Ketahanan Nasional (IKN) Provinsi Banten mencapai skor 2,90 dan masuk kategori cukup tangguh, menurut Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Tubagus Ace Hasan Syadzily. Ace menyampaikan penilaian tersebut dalam Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu (4/10/2026). Capaian itu dinilai menjadi modal bagi Banten untuk mewujudkan visi Banten Emas 2045, tetapi masih membutuhkan penguatan pada sejumlah aspek. Lemhannas merekomendasikan agar hasil pengukuran IKN digunakan sebagai sistem peringatan dini dan rujukan dalam menentukan prioritas pembangunan.
Ace mengatakan skor IKN Banten disusun berdasarkan delapan gatra. Gatra politik menempati posisi tertinggi dengan skor 3,40, disusul demografi 3,28, ekonomi 2,98, pertahanan dan keamanan 2,78, sosial budaya 2,77, geografi 2,68, ideologi 2,64, serta sumber kekayaan alam 2,62.
Delapan gatra penyusun ketahanan Banten
Menurut Ace, capaian tersebut menunjukkan fondasi ketahanan Banten relatif terjaga. Namun, dinamika pada setiap gatra masih memerlukan perhatian karena tidak seluruh indikator bergerak dalam arah yang sama.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Capaian ini menunjukkan fondasi ketahanan Banten relatif terjaga. Namun, dinamikanya masih memerlukan penguatan. Skor ideologi dan ekonomi tercatat meningkat, sumber kekayaan alam stabil, sedangkan geografi, demografi, politik, sosial budaya, serta pertahanan keamanan mengalami sedikit penurunan,” terang Ace.
Lemhannas, kata Ace, merekomendasikan penguatan antargatra. Modal demografi Banten perlu dikonversi menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Kekuatan ekonomi juga perlu ditingkatkan melalui pemerataan, sementara geografi dan sumber kekayaan alam harus dikelola secara berkelanjutan.
“Hasil pengukuran ini harus menjadi early warning system (sistem peringatan dini) serta rujukan dalam penetapan prioritas pembangunan, penganggaran, regulasi, dan pengawasan di DPRD,” kata Ace.
Posisi strategis Banten
Ace menilai posisi Banten penting dalam perspektif geostrategi dan sejarah nasional. Sejak era Kesultanan Banten pada abad ke-16, wilayah tersebut disebut telah menjadi salah satu simpul peradaban maritim penting di Nusantara sekaligus poros perdagangan yang kosmopolitan dengan akar identitas religius yang kuat.
Di tengah dinamika geopolitik global, seperti krisis rantai pasok, transisi energi, dan persaingan teknologi, posisi Banten dinilai semakin strategis. Secara geografis, Banten merupakan penjaga gerbang Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I di Selat Sunda yang menjadi salah satu jalur penting perdagangan dunia.
Banten juga disebut sebagai zona penyangga utama ibu kota dan pusat aglomerasi industri yang berperan menggerakkan perekonomian nasional. Karena itu, kondisi ketahanan di provinsi tersebut dinilai memiliki kaitan dengan fondasi ekonomi dan politik nasional.
“Jika Banten stabil dan maju, sebagian besar fondasi ketahanan ekonomi dan politik nasional kita akan semakin kokoh. Masyarakat Banten memiliki karakter dasar yang ulet dan tangguh. Karakter inilah yang menjadi basis ketahanan nasional,” tegas Ace.
Dalam kesempatan itu, Ace menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-26 Provinsi Banten. Ia berharap pertambahan usia provinsi tersebut berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan, kedewasaan politik, dan kemandirian ekonomi.
“Selamat ulang tahun ke-26 untuk Provinsi Banten. Semoga bertambahnya usia ini berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan, kedewasaan politik, dan kemandirian ekonomi di Banten,” ujar Ace.
Pembangunan harus berdampak bagi masyarakat
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan peringatan HUT ke-26 Banten mengusung tema “Banten Bergerak, Maju Berdampak”. Menurut dia, tema tersebut menjadi motor penggerak bagi seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Banten untuk merespons berbagai persoalan pembangunan secara adaptif dan cepat.
Andra mengingatkan, keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari kuantitas program atau capaian indikator di atas kertas. Pembangunan, kata dia, harus tercermin dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, kemudahan akses layanan dasar, serta pemerataan manfaat di seluruh wilayah Banten.
“Pembangunan bukan semata-mata tentang seberapa banyak program yang kita laksanakan, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dirasakan dan seberapa nyata perubahan yang dihadirkan bagi masyarakat Banten,” kata Andra.
Ace meyakini, di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Ahmad Dimyati Natakusumah, Banten dapat mewujudkan cita-cita sebagai daerah yang baldatun tayyibatun wa rabbun gafur atau negeri yang baik dan diampuni Tuhan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















