Headline.co.id, Karawang ~ Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penanganan banjir Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melalui pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Saluran Pembuang Cidawolong dan Kedunghurang. Hingga Senin, 21 September 2026, progres fisik kedua pekerjaan tersebut telah mendekati 80 persen. Pemerintah mempercepat pembangunan untuk mengurangi risiko dan dampak genangan yang selama ini terjadi di wilayah Karangligar. Selain dua saluran itu, Kementerian PU menyiapkan pembangunan tanggul Sungai Cibeet yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2027.
Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, mengatakan pekerjaan pengendalian banjir yang menjadi komitmen pemerintah terus berjalan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan terkait pendampingan Kunjungan Kerja Spesifik Wakil Ketua DPR RI/KORINBANG Saan Mustopa di Karawang.
“Penanganan banjir di Karawang yang kami janjikan sesuai komitmen sebelumnya sudah berjalan,” ujar Triono.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Progres Pengendalian Banjir Cidawolong
Salah satu pekerjaan yang tengah dipercepat berada di Saluran Pembuang Cidawolong. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold A. P. Ritiauw menyebut progres fisik pembangunan pengendalian banjir di saluran tersebut telah mencapai 79,50 persen.
Pekerjaan di Cidawolong mencakup pembangunan rumah pompa, pemasangan tiga unit pompa, serta pemasangan empat unit pintu air. Selain itu, pemerintah melakukan normalisasi saluran sepanjang tiga kilometer.
Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian PU untuk meningkatkan pengendalian aliran air di kawasan Karangligar. Pekerjaan dilakukan secara bertahap bersama koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Kedunghurang Ditargetkan Beroperasi Oktober atau November
Progres fisik pembangunan pengendalian banjir di Saluran Pembuang Kedunghurang sedikit lebih tinggi, yakni 80,28 persen. Pekerjaan di lokasi ini meliputi pembangunan rumah pompa, pemasangan tiga unit pompa, tiga unit pintu air, serta normalisasi saluran sepanjang empat kilometer.
Arnold mengatakan mesin pompa untuk pekerjaan tersebut telah tersedia. Penyelesaian rumah pompa menjadi tahapan yang masih ditunggu sebelum fasilitas itu dapat dioperasikan.
“Mesinnya sudah ada, tinggal menunggu rumah pompanya selesai. Harapannya Oktober atau November 2026 sudah beroperasional,” kata Arnold.
Dengan beroperasinya infrastruktur pengendalian banjir di Cidawolong dan Kedunghurang, pemerintah berharap penanganan genangan di Karangligar dapat dilakukan secara lebih berkelanjutan. Namun, penyelesaian pekerjaan tetap berjalan bersamaan dengan kebutuhan koordinasi dan dukungan lahan.
Tanggul Sungai Cibeet Disiapkan Mulai 2027
Selain pekerjaan di dua saluran pembuang, Kementerian PU menyiapkan pembangunan tanggul Sungai Cibeet. Tanggul tersebut direncanakan memiliki panjang 6,15 kilometer dan mulai dilaksanakan pada 2027.
Pembangunan tanggul Sungai Cibeet membutuhkan lahan sekitar 4,3 hektare. Karena itu, Kementerian PU terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk mendukung penyelesaian kebutuhan lahan serta mempercepat pelaksanaan pekerjaan.
Penanganan banjir Karangligar merupakan tindak lanjut Kunjungan Kerja Spesifik Wakil Ketua DPR RI/KORINBANG Saan Mustopa pada akhir 2025. Sejumlah pekerjaan yang menjadi komitmen pemerintah saat itu kini dikerjakan secara bertahap.
Saan mengatakan persoalan banjir di Desa Karangligar telah berlangsung sekitar 25 tahun. Menurut dia, penyelesaian masalah tersebut membutuhkan komitmen bersama dari pihak-pihak terkait.
“Ini lebih kepada soal komitmen, keberpihakan, dan kemauan kita untuk membebaskan masyarakat dari segala beban,” ujar Saan.
Kementerian PU menyatakan penanganan banjir Karangligar akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur pada Saluran Pembuang Cidawolong dan Kedunghurang, serta rencana pembangunan tanggul Sungai Cibeet, menjadi rangkaian upaya untuk mengurangi risiko banjir yang berdampak terhadap masyarakat.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.














