Headline.co.id, Jakarta ~ Gempa Mbay, Nagakeo, Nusa Tenggara Timur, berkekuatan magnitudo 4,0 terjadi pada Sabtu (19/9/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa itu berlangsung sekitar pukul 13:23:20 WIB. Pusat gempa berada 32 kilometer timur laut Mbay, Nagakeo, pada kedalaman 7 kilometer. Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui rilis yang mengutamakan kecepatan penyampaian data.
Gempa Mbay tersebut tercatat berada pada koordinat 8,48 Lintang Selatan dan 121,52 Bujur Timur. Berdasarkan informasi BMKG, lokasi itu menjadi titik pusat gempa yang mengguncang wilayah timur laut Mbay, Nagakeo, Nusa Tenggara Timur.
Data Gempa Mbay dari BMKG
Dalam informasi yang dibagikan BMKG, gempa memiliki magnitudo 4,0 dengan waktu kejadian 19 September 2026 pukul 13:23:20 WIB. Pusat gempa berada di 8,48 LS dan 121,52 BT.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
BMKG juga mencatat jarak pusat gempa sekitar 32 kilometer di timur laut Mbay, Nagakeo, Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, kedalaman gempa tercatat 7 kilometer.
Data tersebut dirangkum BMKG dalam informasi yang dipublikasikan melalui akun X resminya. Keterangan itu memuat magnitudo, waktu kejadian, koordinat, jarak pusat gempa, serta kedalaman.
BMKG Ingatkan Data Dapat Berubah
BMKG menyatakan informasi awal gempa bumi disampaikan dengan mengutamakan kecepatan. Karena itu, hasil pengolahan data belum sepenuhnya stabil dan masih dapat mengalami perubahan seiring kelengkapan data.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG, seperti dilansir dari akun X BMKG.
Hingga informasi tersebut dipublikasikan, bahan laporan hanya memuat data teknis mengenai waktu kejadian, kekuatan, koordinat, jarak pusat gempa dari Mbay, dan kedalaman gempa. Tidak terdapat keterangan lain mengenai dampak gempa dalam laporan tersebut.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















