Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Kota Dumai, Riau, memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-67. Kegiatan dalam rangka Kuliah Kerja Profesi Penanggulangan Karhutla itu berlangsung di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Kota Dumai, Selasa (15/9/2026). Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto menghadiri sekaligus membuka FGD tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran berbagai pihak dalam mengantisipasi karhutla. Forum itu juga diharapkan menghasilkan masukan dan rekomendasi bagi penguatan strategi pencegahan serta penanggulangan karhutla di Kota Dumai.
FGD Bahas Pencegahan Karhutla di Kota Dumai
FGD tersebut menjadi bagian dari upaya preventif dan edukatif Pemko Dumai dalam menghadapi potensi karhutla. Pembahasan diarahkan pada peningkatan pemahaman mengenai penanganan kebakaran sekaligus penguatan langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya titik api.
Sugiyarto mengatakan, pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada penanganan ketika kebakaran terjadi. Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi unsur penting untuk menekan potensi karhutla di wilayah Kota Dumai.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Karhutla ini semacam musiman dan ada setiap tahunnya. Baik dari Polri dan TNI telah berupaya secara maksimal untuk mengantisipasi kebakaran yang ada di wilayah Kota Dumai,” ujar Sugiyarto.
Ia menyebut FGD tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penanganan karhutla. Selain itu, forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat langkah antisipasi melalui kerja sama berbagai unsur yang terlibat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
10 Peserta Didik Sespimmen Polri Dalami Persoalan Karhutla
Perwakilan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Sespimmen Polri, Kombes Purnama, mengatakan sebanyak 10 peserta didik Sespimmen Polri mengikuti FGD tersebut. Mereka mendalami berbagai persoalan terkait penanggulangan karhutla di Kota Dumai.
Menurut Purnama, hasil pembahasan dan aspirasi dari kegiatan itu akan menjadi bahan kajian untuk disampaikan kepada Mabes Polri.
“Kami dari Sespimmen Lemdiklat Polri dipersilakan dari rekan untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan karhutla dan akan kita kaji serta akan kita sampaikan ke Mabes Polri,” sebutnya.
Kehadiran peserta didik Sespimmen Polri dalam forum tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi Penanggulangan Karhutla. Kegiatan itu mempertemukan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, legislatif, serta unsur kewilayahan untuk membahas persoalan karhutla di Dumai.
Masukan dan Rekomendasi Diharapkan Perkuat Strategi
FGD tersebut diharapkan menghasilkan masukan dan rekomendasi yang dapat mendukung penguatan strategi pencegahan serta penanggulangan karhutla, khususnya di wilayah Kota Dumai. Rekomendasi itu diharapkan menjadi bahan untuk memperkuat langkah antisipasi dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan karhutla.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kota Dumai, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah se-Kota Dumai, unsur TNI dan Polri, serta peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67.


















