Headline.co.id, Bojonegoro ~ Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro menyalurkan air bersih kepada warga Desa Kumpulrejo dan Desa Ngraseh, Kabupaten Bojonegoro, pada musim kemarau 2026. Bantuan tersebut diberikan karena sebagian warga kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Distribusi air dilakukan menggunakan mobil tangki PMI dan telah memberikan manfaat kepada sedikitnya 465 penerima. PMI Bojonegoro juga memantau kebutuhan warga serta merespons laporan kekeringan yang diteruskan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
PMI Bojonegoro Salurkan Air Bersih ke Dua Desa
Koordinator Program Air Bersih PMI Kabupaten Bojonegoro Wahyu Theo Alfian mengatakan, penyaluran air bersih di Desa Kumpulrejo dan Desa Ngraseh menjadi bagian dari layanan PMI bagi masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau.
Menurut Wahyu, bantuan tersebut telah menjangkau sedikitnya 465 penerima. Air yang disalurkan digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Antusiasme warga terlihat setiap kali mobil tangki PMI tiba di lokasi distribusi. Warga langsung mendatangi titik penyaluran untuk mengambil air yang telah disediakan.
“Setiap kali mobil tangki air bersih PMI datang, masyarakat langsung berbondong-bondong untuk mengambil air bersih,” ujar Wahyu dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
Penyaluran air bersih tersebut dilakukan sebagai langkah tanggap PMI untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. PMI Bojonegoro juga terus memantau kondisi wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.
Respons Berdasarkan Laporan Kekeringan
Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati mengatakan, pihaknya berupaya merespons laporan kekeringan yang masuk melalui BPBD. Laporan tersebut menjadi dasar bagi PMI untuk bergerak menuju lokasi yang membutuhkan bantuan.
“Insyaallah setiap laporan yang masuk melalui BPBD dan diteruskan ke PMI Kabupaten Bojonegoro, kita langsung bergerak ke lokasi,” kata Ninik.
Ia menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. PMI juga melakukan evaluasi terhadap kondisi lapangan agar bantuan dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan.
Dengan mekanisme tersebut, PMI Bojonegoro menempatkan laporan mengenai kekeringan sebagai bagian penting dalam menentukan penyaluran bantuan. PMI tetap memantau kebutuhan warga selama musim kemarau berlangsung.
Layanan Air Bersih Diperpanjang hingga Oktober
PMI Kabupaten Bojonegoro berencana memperpanjang layanan distribusi air bersih hingga akhir Oktober 2026. Rencana tersebut mempertimbangkan kemungkinan musim kemarau masih berlangsung dan warga masih membutuhkan pasokan air bersih.
Perpanjangan layanan itu diharapkan dapat menjaga kesinambungan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air. PMI Bojonegoro menyatakan akan terus mengevaluasi situasi di lapangan selama pelayanan berlangsung.
“Dalam kegiatan pelayanan air bersih, insyaallah kita akan memperpanjang layanan air bersih hingga akhir Oktober,” tutur Ninik.
PMI Bojonegoro berharap distribusi air bersih dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga sekaligus mengurangi dampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya PMI dalam memberikan layanan kepada masyarakat selama musim kemarau.

















