Headline.co.id, Jakarta ~ 6 September 2026 – Aksi kekerasan yang melibatkan seorang pengemudi mobil di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang sempat viral di media sosial, kini telah menemui titik terang. Polisi berhasil menangkap pria berinisial O, yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Penangkapan dilakukan oleh personel Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, pada Kamis, 3 September 2026.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardy Marasabessy, mengonfirmasi penangkapan ini. “Benar, pelaku berinisial O sudah kami amankan di kawasan Cilandak Barat, masih kami periksa,” ujar Resa pada Sabtu, 5 September 2026. Otnel, nama lain dari pelaku, kini berada di Subdit Resmob untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, di depan sebuah SPBU di Jagakarsa. Kejadian bermula ketika Otnel, yang mengendarai sepeda motor, berusaha menyalip kendaraan korban. Pengemudi mobil membunyikan klakson, yang diduga memicu emosi Otnel. Akibatnya, korban diberhentikan dan kendaraannya dihalangi, hingga terjadi perselisihan yang berujung pada aksi kekerasan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat Otnel memiting leher pengemudi mobil dari belakang, membuat korban nyaris terjatuh ke arah semak-semak. Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menyatakan bahwa korban mengalami luka setelah dipukul dan dicekik berulang kali. “Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan cara memukul korban berkali-kali dan mencekik atau piting korban dari belakang yang mengakibatkan luka memar di sekitar wajah dan dada sesak,” jelas Nurma pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Kasus ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian, dan penangkapan Otnel menjadi perkembangan terbaru yang menarik perhatian publik. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami kronologi kejadian, termasuk rangkaian perselisihan hingga aksi penganiayaan yang terjadi.

















